0

UKHUWAH DALAM SEPOTONG RENDANG

Tulisan ini khususon saya persembahkan kepada para pengurus Ta’lim AT-Tamr, yang semoga setiap langkah jerih payahnya diridhai dan dihitung pahala oleh Allah azzawajala.

Berkali-kali kami menentukan jadwal temu untuk mengevaluasi pernak pernik seputar ta’lim AT-Tamr. Pengajian kecil yang tercetus karena keresahan kami kepada ummat yang didunia terang benderang seperti saat ini, ternyata masih ada hati dan pengetahuan yang “Gelap” mengenal Al-Qur’an.

Alhamdulillah atas Rahmat Allah, para pencari ilmupun berhasil kita kumpulkan. Apakah kita yang hebat? BUKAN? ini tidaklah akan terwujud jika bukan karena doa-doa dan niat yang tulus para Ummahat pengajar sampai menembus langit, sehingga diberi kemudahan oleh Allah Subhana wata’alla.

Jumat tepat pukul 11.30 wib kami berkumpul diruko bunda Eka, kali ini giliran beliau yang baik hati, Sudi menyiapkan sajian yang begitu nikmat. Alhamdulillah, semoga Allah memberikan kesehatan dan kemurahan Rizky kepada beliau. Aamiin.

Menu siang santap kali ini, “camilan buah-buahan, pepes tahu, sayur bayam, kerupuk, dan rendang”. Berbicara soal rendang, tulisan ini sedikitnya jadi terinspirasi dari daging merah yang setelah diolah kok rasanya Masya Allah jadi begitu nikmat.

Mungkin karena tuan rumah, meracik masakan dengan begitu tulus dan penuh cinta. 😘

Setelah dipikir-pikir, begitupula rasanya ukhuwah ini. Dahulu sebelum mengenal Islam lebih dalam, kita hanyalah seonggok daging bernama manusia, perlahan Islam merasuk dalam kalbu, memiliki esensi lebih, hingga merasuk dalam hati. ” Empuk dan nikmat” begitulah proses ukhuwah yang saya rasakan.

Untuk sebuah pengakuan”

Awalnya saya memandang kegiatan At-tamr ini hanya sekedar untuk mengisi waktu luang, jika ibu Adiek memberikan tugas, saya sempat ogah-ogahan menjalankannya. Karna apa? Mungkin karna saat itu saya belum paham dan meresapi nikmatnya berada ditengah-tengah tim pengajar.

Seiring berjalannya waktu, saya melihat perkembangan dan kemajuan murid-murid AT-Tamr, saya diam dan berfikir setelah membaca salah satu hadist yang isinya ” Barang siapa yang mengajarkan satu ayat dari kitab Allah’ AZZA WA jalla’. Maka baginya pahala selama ayat itu dibaca. ( Dikutif dari As Silsilah ash shahihah nom1335)

Imam Bukhori menambahkan ” sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkan nya.” Masya Allah

Sambil makan dan diiringi diskusi, diam-diam saya memperhatikan betapa mereka begitu bersungguh-sungguh hanya mengharap keridhaan Allah semata.

Dalam hati saya bergumam ” Terimakasih ya Allah, karna hamba berada di lingkaran ini,” sehatkan dan kuatkan iman kami.

Sungguh diri ini tidak ada apa-apanya dibandingkan yang lain. Apalah saya yang masih mengeluh dengan keleluasaan waktu, jika kita menengok ummi Nining, dan pejuang-pejuang hebat lainnya begitu bersungguh-sungguh dalam menegakkan tauhid.

Seseorang sempat bertanya,” jeng gimana rasanya ngajar? Dan saya tidak bisa berkata apa-apa. Saya hanya menganalogikan kaya makan permen “NANO NANOManis, asam, asin, ramai rasanya. 😄

Ummahat, rangkul saya yang belum banyak ilmunya ini, sebut nama saya dalam doa-doa kalian, ingatkan terus saya dalam kebaikan, genggam erat tangan ini jikalau tekad mulai lemah, jika saya sudah tiada, ingat saya yang pernah berada diantara para Ummahat solihah.

Ukhuwah memang seperti daging rendang, sebaik apa kita memilih teman, sebaik itu juga hasil yang akan dihidangkan. Begitupun sebaliknya 😊

Jazakilah Khoiron katsiron untuk bunda Eka yang sudah menyajikan dengan hati, juga untuk para Ummahat lainnya yang selalu menjadi panutan dan tauladan hati, semoga kita tetap Istiqomah dan dikumpulkan dalam satu shaf di akhirat nanti. Aamiin

Advertisements
0

DALAM DIMENSI PENANTIAN

Dari Allah, oleh Allah, untuk Allah

Dear yang maha terkasih Allah Subhana wata’alla. Aku masih setia dalam dimensi penantianMu.

Menanti hadir dan ukuran tanganmu akan sebuah kepercayaan untuk menimang.

Menanti sebuah denyut jantung dalam rahim yang cukup lama menghampa, dan aku masih setia menanti akan kepercayaan mu ya rob..

Duhai ya Robbi, jagalah kesabaran ini, ke Istiqomahan ini, dan sematkan ketabahan dalam jiwaku ini. Jangan goyahkan hati sehingga hamba menjadi putus asa.

Pancangkan keteguhan iman untuk setiap kesedihan yang hamba lalui. Engkau yang maha menepati janji, engkau yang maha pengasih, berikan pelangi setelah penantian panjang ini.

Sungguh hamba masih sangat berharap akan karunia malaikat kecil, yang akan hadir dalam kehidupan ini.

Jadikan rumah tangga kami dipenuhi akan tangis dan canda tawa dan ahli waris yang akan melantunkan ayat-ayat sucimu.

Yaa rob, hamba berserah diri dalam dimensi penantian ini.

Mencintai karena Allah, bersabar karena ketakwaan kepada Allah.

*Bekasi pagi Sehabis hujan*

0

IRI PADA YANG BERILMU

Pernah gak ngerasain iri sama orang yang tau-tau usahanya maju? Saya pernah. Pernah gak iri sama orang kayanya populer dan banyak yang suka? Saya pernah. Terus pernah gak iri sama kehidupan orang diluar sana yang nampaknya bahagia?? Iyaaa saya pernah juga.

Manusiawi rasanya jika kita ngiri sama hal-hal yang nampak jelas terlihat didepan kita. Sesungguh sempurna kehidupan mereka,”itu fikir saya”.

Tapi tidak 16 bulan belakangan ini, dimana saya cuek dengan iri-irian yang saya paparkan diatas tadi. Ahh sudah terlalu lelah diri ini ngiri sama kesementaraan duniawi.

Ehh tapi saya kembali ngiri tetkala melihat orang yang tau-tau dapet hidayah dan sudah hijrah, tau-tau udah hafal juz 30, tau-tau rajin ke kajian, dan irinya lagi orang tersebut makin banyak ngajakin temen-temennya buat ikutan hijrah juga. Masya Allah,, saya selain iri jadi terpatri juga pengen ngebut kejar target, yahh setidaknya mulai prioritas menghafal sedikit-sedikit ayat Qur’an.

“Semoga Istiqomah untuk para penghijrah” bissmillah Dahlia

0

KULIAH PERDANA RQBA

KULIAH PERDANA

Sungguh betapa futurnya diri ini, betapa miskinnya ilmu ini dan betapa bodohnya diri ini. Ketika mulai kendor belajar Al-Qur’an, ketika lalai akan kewajiban mencari ilmu, namun Allah memudahkan langkah ini dipertemukan dengan ummahat-ummahat yang ‘haus’ akan ilmu Allah.

Melihat betapa tidak ada apa-apanya perjuangan ini, dibandingkan dengan seorang ibu yang datang dari Kemayoran menuju Bekasi untuk belajar Tahsin. Betapa besarnya perjuangan seorang sahaya yang datang dari Pamulang menuju Bekasi mengejar ilmu tahsin, dan betapa besarnya semangat seorang nenek berusia 60, 70, bahkan 83th untuk belajar tahsin. Ya Allah ya rob sungguh tidak ada apa-apanya perjuangan hamba dibandingkan mereka-mereka yang sangat bersungguh-sungguh mendalami Kalam Qur’an. 😭😭

Padahal diri ini masih diberikan kesehatan, umur yang masih muda, ekonomi yang tercukupi, jarak tempuh yang sangat terjangkau, tapi masih saja kami mengeluh dan kurang bersungguh-sungguh dalam belajar. 😥😥

Duhai Robb, rangkulan kami dalam dekapan ukhuwah islamiah, eratkan kami dalam naungan mu, jangan biarkan hati ini lalai karna terlena dunia.

Hari ini banyak sekali teguran yang Allah tunjukan melalui Istiqomahnya para pencinta Al-Qur’an. Seseorang berkata, ” Kita berkumpul disini karna kecintaan kita terhadap Qur’an, insyaallah kita semua akan dipertemukan kembali di akhirat sana.” Aamiin

* Kepada para ustazah jazakilah Khoiron katsiron ,, jangan bosen yaaakkk 😚
DAHLIA ( yang masih betah di pra tahsin ) 😎

Mesjid Al-Azhar Bekasi

0

LEUWI LIEUK BOGOR

Setelah posting beberapa foto di media sosial, saya pun jadi capek sendiri jawab-jawabin pertanyaan mereka, seputaran “INI DIMANA TEMPATNYA?,BUNN INI DIMANAAAAA? FIX GUE PEGEL dan dalam keadaan badan pegal-pegal saya kudu ngebut nulis disini, biar yang nanya juga langsung tau jawabannya.

Begini sodara-sodara, kemaren saya itu kan main ke LEUWI LIEUK di Tajur Bogor, nah karna di Bogor itu ada dua Tajur, satu tajur yang terkenal dengan kerajinan tas nya alias tajur kota, dan tajur satunya lagi yang arah Citereup, yakni rumah ibu saya.

Sebenernya ke Leuwi lieuk ini, bisa lewat dua jalur, bisa lewat Babakan Madang Sentul, bisa juga lewat Tajur Citereup. Kalo tanya trek kesananya gimana? Bisa Pake mobil, bisa juga Pake motor. Nah saya lebih merekomendasikan Pake motor, kenapa? Karna selain lebih cepat, dan jarak tempuh ke Leuwi nya lebih Deket, kalo maunya Pake mobil yah bisa juga, tapi jalannya cukup lumayan kalo dari parkiran mobil. (Mayan bikin kurus) 😂

Jadi kalo mau masuk wisata tersebut ada beberapa tiket masuknya. Tiket pertama kita bayar Rp. 8000 untuk motor ( mobil lupa, kalo gak salah kisaran 15rb an) , terus kalo kita mau ke Leuwi hejo, kita bayar lagi 10rb per orang, begitupun kalo mau ke leuwi- Leuwi lainnya. Karna dari Leuwi Hejo itu kita bisa nanjak lagi ke Leuwi Lieuk, bayar lagi 10rb per orang. Tapi menurut saya worthed lahh bayar segitu, karna kan tujuannya untuk perawatan lokasi wisata juga. *Jadi ojo dumel YAAAHH 😘

Oia dari tadi kita ngomongin terus LEUWI, bagi yang belum ngerti, apa sih itu Leuwi? Leuwi itu dalam bahasa sunda artinya “Cekungan (dalam) di dasar sungai.

Jadiiiiii, emang Mayan dalem sih airnya, kemaren Kahfi keponakan saya bilang, katanya pas dia kesana, dia nyelamatin bule yang nyoba berenang, terus mereka kelelep karna gak tau kalo itu dalem.

Terus saya coba tanya Kahfi.” Emang kedalamannya kira-kira berapa fi?” ” Yahh kurang lebih 7m an lah” okeee fix, saya berenang di pinggiran yang dangkal saja, secara saya cuma bisa berenang gaya botol doang. Wkwkwkwk

Oia, bagi yang gak bisa berenang, jangan khawatir, soalnya disana disediakan penyewaan rompi berenang, kalo mau lebih cihuy lagi, bolehlah bawa properti sendiri, macam ban syantiq dll. Karna tempatnya selain cucookk, air dan udaranya seger and instagramable banget. 😎

Kalo yang gak mau rempong bawa peralatan masak kaya saya, tenang disana ada warung-warung, mushola and toilet yang lumayan bersih.

Kalo mau camping juga bisa, tinggal bilang aja pas dibagian ticketing nya.

Beberapa temen ada yang nanya, aman gak yah kalo bawa anak kecil?? Saya jawab, “aman kok” kemaren juga saya bawa keponakan saya yang kecil, dan banyak juga orang tua yang serta bawa anak-anaknya, yang kalo di tafsir usia anak SD an gitu deh, walau medannya cukup melelahkan karena banyak tanjakan, mereka nyampe tuh ke lokasi tujuan. Atau ngga kalo untuk pemula ke Leuwi hejo aja dulu, lokasinya dibawah Leuwi Lieuk dan gak kalah bagus untuk main-main air.

Oia berikut foto-fotonya, diabadikan dengan kamera HP Oppo koe krungu jeritan atiku 😂😂😂

Kang foto: MJ

0

RATNA SARUMPAET

“Jangan ikut-ikutan benci” berkali-kali saya mengucapkan kalimat itu, Setiap habis membuka media sosial. Masih hangat berita tentang Ratna Sarumpaet (RS), yang mukanya babak belur, dan menyebar berita HOAX , bahwa mengaku telah menjadi korban pemukulan oleh beberapa pria yang tidak dikenal, di bandara Husein Sastranegara Bandung. Setelah peristiwa itu, warga net saling memberikan argumentasinya, baik pro dan kontra terhadap peristiwa pemukulan itu.

Kemudian kubu terpecah menjadi 3 kelompok. (1) kelompok pro pembela RS, ke (2) kubu Kontra terhadap RS, dan kubu ke-tiga kubu BODOOOO AMAATTT.

PILPRES 2019 masih beberapa bulan lagi, tapi hawa panas udah terasa dari sekarang.

Walaupun saya berdiri di kubu BODOOOO AMAT, saya sudah menetapkan hati untuk memilih siapa yang mau saya coblos di PILPRES nanti. Siapa orangnya? Cukup saya yang tahu. Biar apa? Biar gak ada yang BAPER.

Kembali ke Ratna Sarumpaet, beliau sudah mengaku bahwa dia pembuat berita HOAX, dia gak di gebukin, dia cuma abis operasi plastik bagian kantung mata. Selanjutnya sudah bisa ditebak, beberapa hari ini R.S jadi bulan-bulanan warga net.

Saya tetap mengontrol diri untuk tidak membenci dengan segala yang terpampang nyata. Toh R.S sudah mendapatkan ganjaran sesuai perbuatannya. Sanksi sosial sudah ia terima, mungkin, anksi hukum berikutnya.

Tapi yang bikin bete, kenapa sih harus fokus terus sama berita kebencian?. Apa gak sayang itu hatinya jadi kotor? Sementara’ sodara-sodara kita di palu masih butuh perhatian lebih loh dari kita.

Tuhan memberi dua pilihan untuk kita, sebelum kontrak hidup ini berakhir. ( 1. Mau jadi manusia bermanfaat atau 2. Tidak ?)

Dunia ini panggung sandiwara, kudu pinter-pinter jaga hati, jaga pandai, jaga jempol biar gak ikut-ikutan komen negatif.

Wassalamu’alaikum

0

CAFE SAWAH PUJON KIDUL

Awalnya ogah-ogahan pas shinta sahabat saya, maksa untuk ngopi-ngopi syantiq di cafe. ” NGAFE? ASTAGFIRULLAH HALAJIIMMMM MALESSIN AHHH, NGAPAIN JAUH-JAUH KE MALANG KALO MAKANNYA DI CAFE JUGA.” saya mikirnya “NGAFE doang mah di Jakarta juga banyak”

Tapi tidak cafe yang satu ini, sempet under estimate sih, apalagi pas browsing-browsing cafenya, ahhh begitu doang. Celoteh saya pada Sinta ” Mungkin saya lihatnya tidak keselurahan , dimana komen-komen yang saya baca gak bikin hati kepincut. *(Yang bikin testimoni kurang meyakinkan sihh)” hahaha Halasan.

Kita pregi dari batu setelah Ba’da ashar, perjalan memakan waktu kurang lebih 70menit, dan sesampainya di sana saya disambut dengan lembayung senja yang begitu cantik.

Masuk ke area parkiran, hati masih biasa aja, belum ada tanda-tanda KENORAK-AN untuk foto-foto, langkah saya percepat karna penasaran apa sih yang bisa disuguhkan dari cafe ini?.

Begitu melalui jalan agak menurun, disitulah terintip pemandangan dengan hamparan sawah dan bunga-bunga kecil berwarna cantik. Saya jadi semangat, dan sedikit berlari, pak suami yang diam-diam merekam saya dari belakang, harus ikut-ikutan berlari.

Banyangin Tiket masuknya cuma 10rb, kopinya cuma 12rb, pisang gorengnya 6000 ( tapi enak dan besar) semuanya serba terjangkau. Ada gazebo ditengah sawah, tempat sholat tersedia dan bersih pulak. Daann akoohhh jingkrak-jingkrak. Yeeeaaayy

Terimakasih shinta yang udah maksa-maksa Dateng kesini. Hahaha ( padahal sebelumnya kita debat kusir dulu yehh) 😜

berikut foto-foto yang berhasil saya abadikan dengan HP xiomi note 4.

Oia Shinta pas foto-foto dia ngedumel terus, katanya. ” Duhh coba ada kamera DSLR, pasti hasilnya tambah cucok, fix ini gue kudu nabung buat beli SLR ” hahaha beli Ta, beliiiiii