0

ADA SEGITIGA DALAM LINGKARAN

Soal rasa,  jangan pernah tanya bagaimana? Karna Itu seperti benang kusut yang sulit terurai. 

Kau sosok sempurna,  di hadapan semesta aku mengagungkan mu. Ku tutupi segala koreng yang melekat pada dirimu,  ku poles segala kekurangan mu. Sekali lagi aku tegaskan,  kau hampir sempurna dihadapan semesta. 

Ketika air tenang di permukaan,  semesta tak tahu betapa beriaknya di dalam permukaan. Mencoba menghalau ombak kecil dan menyapunya ke bibir pantai, menjadi buih kemudian menghilang. 

Ada segitiga dalam lingkaran,  sekokoh apapun benteng pertahanan,  tapi terpaan ombak akhirnya mampu memecah karang. 

Ketika lingkaran kebahagiaan,  telah dirasuki bentuk lain,  maka yakinlah bentuk itu tidak akan lagi sama.  Jika aku dan kau bersatu membentuk lingkaran sempurna, namun jika dua menjadi tiga,  maka segitiga adalah bentuk baru sebagai penghancur kesempurnaan lingkaran. 

Segala keputusan ada ditangan kau wahai jiwa jiwa pengembara,  apakah akan memulai pertualangan baru mencicipi seluk beluk segitiga,  atau akan tetap setia dengan kesempurnaan lingkaran cinta. 

Selamat berfikir dengan fikiran dan hati.  

(inspired from some one nun jauh dimata dekat di doa,  maka bersabarlah wahai kawan) 

Advertisements
0

MATI RASA

Seseorang pernah bilang, “lebih baik kau mengalami mati suri dari pada harus merasakan MATI RASA

Mati suri adalah kondisi dimana seseorang mengalami kematian sementara,  dengan sedikit gambaran dan tempat yang asing,  jika memang masih berumur panjang, kita akan dibangunkan kembali dengan perasaan ganjil dan biasanya akan menjadi pribadi yang lebih baik. 

Sedangkan MATI RASA adalah kondisi dimana sudah sangat muak dengan segala perasaan dan berharap mengubur segala alur cerita yang pernah di alami. 

Jika ini tentang cinta dan asmara,  maka mati rasa,  adalah rasa yang sangat fatal,  terlebih jika menyangkut sebuah kepercayaan,  dan penghianatan. 

(untuk DIA yang sedang mati rasa,  bersabarlah,  kau punya dua pilihan, yaitu MAMAAFKAN atau AMBIL KEPUTUSAN) 

0

KEMBALI KE AKAR

Dia adalah perempuan sederhana dan pantang menyerah.  Cita-citanya sederhana, hanya ingin mengaplikasikan ilmu keterampilan memasaknya, agar bisa dinikmati oleh semua kalangan. Sukur-sukur kalau punya restoran sendiri,  itu merupakan mimpi besarnyaa. 

Di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ia mengambil jurusan tata boga,  dia mulai merajut impiannya,  resep demi resep sudah ia praktekan… 

Tapi apalah daya,  ketika takdir berkata  BUKAN DISITU TEMPAT MU. 

Maka ia pun kembali ke akan,  dimana meneruskan sisa sisa kejayaan,  meracik dan menggiling bumbu siap saji yang akan dijajakan di pasar. 

Hidup memang penuh teka teki dan misteri,  jika sudah begini jalan terbijak adalah jalani saja tanpa mengeluh. Siapa tau justru disitu lah ladang rizkimu. 
Ganbate

0

Melawan Kanker Payudara

Hari ini saya kembali di ingatkan, betapa sehat itu mahal dan menjaga kesehatan itu amatlah penting. 

Saya terkejut saat pak suami kasih kabar bahwa,  Andri Wati istrinya Diba menderita kanker payudara stadium 4

Ini adalah kali kedua saya bertemu dengan beliau,   pertemuan pertama yakni ketika di Puncak beberapa tahun lalu,  waktu kita masih sama-sama melajang. 

“Assalamualaikum, saya mengucap salam pada sosok yang pada hidungnya menempel selang oksigen, “masih kenal aku gak? ” Tanya saya pada Andri. 

Dengan senyum dan suara yang tertahan, ia menjawab,” Masih dong,  kita kan waktu itu tahun baruan di puncak,  terus Diba kecelakaan motor,” Andri terbatuk-batuk setelah menjawab pertanyaan dari saya. 

Alhamdulillah masih inget, terus gimana sekarang kabarnya,  sudah baikan?  (ahhh ini sungguh pertanyaan paling klise yang kepalang keluar dari mulut saya ini ) 

“Ya gitu lahh,  seperti yang bunda lihat,  badan aku dalam sebulan turun 7kg, rambut rontok,  badan gosong gosong karna abis pengobatan pake sinar laser, dan kemo jadi lemes,  pokonya Allah hu akbar dehh katanya. 

Waktu saya nanya,  bagian mana yang sakit, sambil meringis Andri menjawab ” Itulah jahatnya kanker bun, badan tuh gak kerasa sakit apa-apa,  biasa aja gitu cuma kalo kaya aku gini kan udah menjalar ke paru-paru,  jadi imbasnya sulit bernafas,  makanya seperti yang kamu lihat,  aku jadi ketergantungan banget sama oksigen. Tuh aku beli ampe 3 tabung untuk persediaan dirumah. Andri menunjuk beberapa persediaan tabung oksigennya. 

Di depan Saya,  ia berusaha terlihat tegar  dan bertahan sekuat tenaga untuk tidak menumpahkan air matanya saat bercerita. 

Darinya yang berjuang melawan kanker payudara,  saya jadi belajar bahwa, betapa beruntungnya kita,  masih  bisa menghirup udara sepuasnya,  bangun tidur dalam keadaan sehat wal’afiat. 

“Awalnya justru bukan kanker payudara bun,  aku kan lagi menyusui anak yang ke-2, terus air susu kaya tersumbat gitu dan payudara mengeras, pas di cek katanya penyumbatan payudara,  di oprasi lah,  tapi pas di cek lebih lanjut kok ternyata malah ada kanker. Kalo ditanya perasaan?  Udah amburadul deh, sedih pasti,  itu tuh kaya percaya gak percaya. 

Setelah itu,  aku langsung melakukan rangkaian pengobatan,  singkat cerita si kanker sembuh,  wah bahagia banget,  keluarga ampe bikin  syukuran gitu,  dan aku mulai aktivitas seperti  biasa. ”

Terus kurang lebih setahun pasca dinyatakan sembuh, tiba-tiba aku batuk pilek disertai dada sesak,  begitu di cek ternyata kankernya ada lagi,  jadi yang kemarin itu belum sembuh,  simpelnya yang pengobatan kemarin itu,  si kankernya cuma pingsan doang, makanya kata dokter aku harus ngulang pengobatan dari awal lagi”. 

Saya masih spechless sih,  dada jadi ikutan sesak berusaha untuk gak nangis depan Andri.  Saya memalingkan pandangan ke arah anak-anak beliau yang masih sangat kecil. 

Saya kembali menatap Andri dan berkata, “Dri,  apapun itu kamu harus kuat dan lawan kanker,  lihat itu anak-anak kamu,   mereka masih butuh ibunya,  kamu harus sembuh biar bisa lihat mereka wisuda,  harus  menyaksikan mereka menikah dan menimang cucu, iklas dan lawan penyakit ini Ndri,  Allah tidak mungkin salah sasaran dalam memberikan ujian  pada hambanya”.

Ini waktu yang tepat untuk berdialog dengan mesra sama Allah,  kalo mulai merasa putus asa,  lihat lagi wajah anak anak dan pak suami yang setia mendampingi dalam sehat dan sakitnya.”

Bissmillah, jika Allah berkata “kun”  maka “fayakun”  laa bashaa thohurun insyaa “semoga sakitmu manjadi peluntur dosa-dosamu”  

Sebelum berpisah Andri Berpesan,  Mohon di Doakan disetiap solat,  mohon diberi kesabaran dan keiklasan agar bisa nganter anak-anak ke sekolah. 

Credit foto: pinteres

0

Type Type SUAMI

Setelah di teliti dengan kacamata kuda,  menurut saya Type suami itu ada Tiga jenis, yaitu. 

1. Suami yang Tidak membolehkan istrinya bekerja di luar. Suami jenis ini tipikal yang penuh tanggung jawab penuh dan sadar betul perannya sebagai kepala rumah tangga. Dengan segenap hati,  suami seperti ini meyakini akan kebesaran dan pertolongan Allah SWT. Jadi besar kecilnya penghasilan selalu di syukuri.  

2. Suami yang memperbolehkan Istri kerja di luar.  Yang seperti ini adalah type yang modern,  dimana suami memperbolehkan istri mandiri dan tidak mengkhawatirkan bahayanya istri jika sudah berinteraksi dengan yang selain mahromnya. Type ini juga yang merasa kurang percaya diri,  bahwa Allah maha kaya dan kuasa. 

3. Type suami yang Labil. Jenis suami macam ini yang sebetulnya tidak mau kalau istrinya bekerja di luar. Tetapi kadang karna hatinya yang tidak konsisten,  dan selalu merasa kurang jadi dalam keadaan tertentu akhirnya menyuruh istri bekerja di luar rumah. 

“Salam sotoy dari kacamata kuda*

0

PRIORITAS

Yang terpenting dari menjalani rasa IKLAS adalah dengan PRIORITAS. 

kenapa bisa begitu..?? 

Mudahnya kita mengucap  ikhlas,  namun teramat sangat sulit menjalankan,  terlebih menerimanya dengan lapang dada. Saya sudah iklas menerima takdir yang sudah lewat,  tapi jika pasangan hidup kita masih belum sepenuhnya iklas, maka mustahil untuk legowo. 

Mencoba iklas karna impian tidak ter-realisasi,  pasti akan berakhir kecewa. 

Tidak berjodoh dengan pasangan yang di idam idamkan?  melapasnya pun akan terasa berat. 

Saya iklas, karna  menggunakan ilmu PRIORITAS,  apa itu prioritas??  Saya memprioritaskan Allah diatas segala ujian-ujian yang telah saya lalui. Jika tidak, mungkin saya sudah salah mengambil keputusan atau bahkan terlunta-lunta dengan diperbudak berandai-andai. 

The power of doa,  saya selalu berdoa dan memprioritaskan Allah di atas segalanya,  jika saya mengiba atas segala ujian,  maka saya segera berfikir waras, bahwa Allah tidak mungkin salah sasaran memberi ujian pada hambanya,  ada ujian pasti ada jalan keluar. Seperti juga Allah akan tepat sasaran jika soal janji. 

Ingatlah setelah besarnya badai,  Allah menjanjikan pelangi. Kembali ke diri kita,  apakakah bersabar menanti pelangi hingga tiba.? Atau menyerah ditengah jalan. 

0

DUAAAAAA…

Ahhh gara-gara liat iklan sarimi yang dibintangi Ayu tingting,  saya dan suami jidi terlibat diskusi tentang sahabat beliau yang mencoba berpoligami, ditambah lagi,  ini bukan kebetulan yah,  tau-tau aja ada yang bersenandung lagu Ahmad Dhani yang lyric. “Heeyyy senangnya dalam hati bila ber istri dua..” 😵

Saya yang lagi adem kaya termos es mambo,  langsung berubah jadi kaya termos isi air panas. 

Padahal suami cuma cerita kondisi temannya yang sedang di selingkhuhi oleh suaminya. Saya sebetulnya prihatin,  tapi tiba-tiba naluri baperan muncul dipermukaan. Otak jadi berandai-andai “Duh kalo ke jadian sama gue gimana yaak,  gak kebayang sakitnya” 

Suami cuma cengar cengir aja dengan perubahan intonasi suara dan ekspresi saya yang jelas ketara banget berubahnya. 

 Bun aku kan cuma lagi cerita, jangan baper doong,  Aku buka obrolan kaya gini,  biar kita punya kacamata lain dalam menyikapinya.” kemudian dia cengar cengir lagi (tapi gue nya masih baper berkelanjutan) 

Ini gara-gara liat iklan sarimi isi dua,  disertai dengan lagu Amhad Dhani,  mood saya jadi Gak selow lagi.  😟

#LangsungMalesBeliSarimiIsi2 laahhh