0

PERNIKAHAN SYAHRINI & REINO BARAK TUAI KONTROVERSI

Akhirnya gemes juga kan nulis tentang hebohnya wedding princess Syahrini dan Reino barak. Gimana ngga coba, Saban waktu foto-foto mereka nongol di instagram gue.

Yang gemesin itu komentar netizen nya itu lohh, ASLIII SADIISSSS, ya ampun kalo yang pro sama pernikahan mereka udah pasti bagus-bagus doa nya, tapi kalo kubu yang kontra? Beuuhh itu serem-serem banget cuuyyy komennya.

Bilang makan temen lah, gak punya perasaan sama Luna Maya lah ( karna seperti yang kita tau Luna sama Reino pacaran udah 5tahun, sementara sama Syahrini baru 5bulan, dan dinikahin pulak) , makanya komentar mereka banyak yang murka.

Boleh lah kecewa, tapi gak sampe mesti lebayyy gitu juga kali. Ya Allah, hidup, mati, rejeki, jodoh, dan kematian itu kan sudah ditentukan sama Allah.

Na’asnya lagi, banyak yang nyumpahin mereka cepet cerei, banyak yang doain mereka kena karma dll. Astaghfirullah jahat-jahat banget sihh hati sama jempolnya. Apa mereka gak tau yahh, kalo setiap jejak komentar akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak.

Gue bukan fans Syahrini apalagi Reino Barak, yang namanya aja baru gue tau pas beritanya booming. Tapi dengan mereka menikah, gue turut bahagia, walaupun katanya ada pihak yang tersakiti.

Semoga mba Bulan sabar dan segera dapet penggantinya, yang bisa membimbing dia dunia akhirat. Aamiin

Advertisements
0

SAYANG ANAK? JAUHKAN GADGET

Telepon berdering pagi itu, ternyata dari jeng Lisa, yang tanpa basa basi minta di gantiin datang ke seminar Bunda Elly Risman, seorang psikolog dan pakar parenting. Kapan? Dimana? Jam berapa? Saya tanya.

Pagi ini, jam 08.00 di Hotel Aston Bekasi. Astaghfirullah mepet amat? Ini aja udah jam setengah tujuh. Suka kebiasaan dehhh..!! Sungut saya pada jeng Lisa. Oke, karna tiket udah di bayar, pembicaranya juga emang keren banget. REZEKI gak boleh di tolak. Fikir saya dalam hati. Gak Pake lama, saya sabet handuk, dan bergegas pergi mandi.

07.55 saya sudah tiba di depan meja registrasi. Mba saya atas nama Ilisa Rusba, perwakilan Jasmine Daycare. ( Hari itu saya pinjem nama jeng Lisa dan menjadi delegasi dari Jasmine Daycare )

Molor 15menit Bunda Elly pun mulai naik ke panggung, wajahnya sungguh teduh namun penuh spirit yang menyala-nyala.

Ibu-ibu sekalian, saya baca tema kali ini adalah ” MEMUTUS MATA RANTAI LBGT”

Baik menurut Data dari Yayasan Grafiks menyatakan, komunitas gay ( penyuka sesama jenis) di Bekasi sudah tembus angka 1000, dan ada 19 Zona pertemuan bagi kaum gay di Bekasi ini. Parahnya lagi, mereka meng’klaim bahwa ini atas keinginan sendiri, alias Menjadi Gay itu bukan karena paksaan atau pengaruh siapapun. ( Seluruh peserta dalam ruangan beristighfar, dan nampak cemas sekali kondisi ini) 😢

Elly Risman melanjutkan. ” Sekarang gak usah jauh-jauh dulu dehhh, ngebahas soal MEMUTUS RANTAI LGBT” ntar kita kesampingkan dulu soal itu.

Pertanyaan saya sekarang, untuk ibu-ibu di ruangan ini. ” Anaknya di rumah di kasih HP apa ngga? AYO JAWAB JUJUR..!!!!” Yang ngasih hape ke anaknya coba ngacung sekarang, jangan bohong”. 😅

Saya pun memutar pandangan , dan hampir semuanya ngacung.

Saya tanya lagi, alasan ibu kasih gadget ke anak karna apa sih? JUJUR..!!!

Elly Risman menghampiri ibu-ibu sambil nodong jawaban. Mereka menjawab:

– Karna ortu sibuk di rumah
– Biar anak anteng sambil belajar dari YouTube
– Karna orangtua bekerja
– Untuk mau games
– Karena temennya juga udah punya
– Sebagai hadiah
– Biar gak maen di luar
– Biar gak malu sama temennya
– Agar anak gak canggung
– bisa komunikasi dengan orang tua
– Bingung harus ngapain dll

Oke, saya mau tanya lagi. Dari gadget itu, anda memperkenalkan apa? Ayo jawab, seolah belum puas Elly Risman, memberondong para orang tua dengan pertanyaan yang sangat menohok.

Jawab:

Nonton YouTube, main games edukasi, cara belajar gambar di YouTube, ajarin google, lihat galeri, contohin edit foto lucu-lucu dll.

Terus ibu-ibu pernah gak ngalamin, merasa gak donlot aplikasi tik-tok tau2 di hape ada begitu saja? Pernah gak hp nya udah kita kasih password, tapi tau-tau anak bisa buka hape sendiri? Terus kalo begitu pasti ada tuh orang tua yang nyeletuk. ” Ihh kok anak saya pinter banget yaahh, bisa buka password hp, padahal saya gak kasih tau loohh”

“Ibuuuu… Ya Allah ibuuuuuu, kalo anak udah bisa begitu, harusnya sebagai orangtua cemas Doong, bukan malah takjub. Apa ibu paham betul isi game yang katanya penuh edukasi itu, ibu tau gak,? saya banyak banget menuin games di YouTube, yang katanya baik buat belajar tapi taunya itu malah isinya rusak banget. Itu iklan di YouTube juga kan bahaya buuuu, apalagi kalo anak udah bisa Googling sendiri, katanya biar mudah buat kerjain PR, tapi setiap kita browsing itu buanyaaakkkk buanget iklan orang dewasanya. Dan hati-hati Bu, anak-anak itu rasa taunya sangat tinggi sekali.

Creator itu halus dan rapih banget masukin konten-konten ‘BURUK’ yang bakalan masuk ke otak si anak. Apa si anak udah bisa cerna, ini baik atau tidak? Mereka belum bisa ibuuuuuu. Astaghfirullah ( tampak sekali beliau begitu emosi dan gemes).

Bukan cuma itu, orang tua jaman now udah bikinin anak, bahkan bayi mereka akun Instagram, kalo di tanya buat apa? Katanya buat dokumentasi aja kalo anaknya gede nanti. Atau buat seru-seruan aja biar kaya artis, kali aja gitu ada yang mau endorse atau di lirik agensi iklan. “Segitu niatnya yahh Bu?” Padahal di luar sana para predator udah siap menerkam mangsanya. Siapa mangsanya? Yahh anak-anak ibu. ” Saya memutar lagi pandangan, nampak jelas kekhawatiran pada wajah-wajah mereka”.

Ada ibu yang masih berkilah, “Tapi kan Bu, anak-anak saya jatah cuma 2jam saja untuk main gadget”

Ibu,, apa ibu terus pantengin anak main gadget? Terus bagaimana dengan iklannya? Coba ibu amati, ” setiap layar gadget itu berwarna biru, dan itu membuat mata kita jadi fokus terus dan terus hingga mengikis lapisan Lutein pada retina kita ( Degenerasi Makula)

AKIBATNYA APA?

  1. Gangguan mental ( tidak bisa mengendalikan kebiasaan main games), susah berhenti.
  2. Games sudah menjadi prioritas
  3. Terus bermain meski ada konsekuensi negatif sudah jelas dan terasa ( berbohong, mencuri, gak perduli diri sendiri, berjudi, suka kejang lengan, mata perih, sakit punggung, agresive atau bentak orang).

4. KECANDUAN

Nah, anak kalo sudah kecanduan dan jadi agresif begitu biasanya sulit sekali disuruh berhenti. Saya seminar bertahun-tahun concern terhadap bahaya gadget ini. Bahkan ada anak yang katanya udah diawasi main hp nya, tetep aja tuh kecolongan. Berawal dari mana coba? Ya, dari games, dari iklan yang ada di YouTube atau pas lagi browsing. Akhirnya karna rasa ingin yang tinggi itu, si anak Klik situs porno dan kecanduan. Akibatnya sekarang anak jadi baligh belum pada waktunya.

Tahapan Proses kecanduan pornografi :

1. Awalnya Tidak sengaja , merasa tidak nyaman tapi secara otomatis penasaran
2. Pelepasan Dopamin pada otak
3. Kecanduan ( adiksi)
4. Tidak pekak lagi ( tdk terangsang lagi) atau disensitilasi
5. Tingkat pornonya tinggi

“Oke Bu, masih belum mau tobat ? Belum, itu semua. Belum saya jembrengin semua hasil-hasil dari pengaruh gadget yang akhirnya merembet ke pornografi, atau masuk ke ranah LGBT dll. Tahan dulu shocknya, saya masih punya data dan fakta yang bisa bikin ibu-ibu yang katanya sayang anak ini ketampar semua. ” Lanjut Elly Risman

Hasil penelitian kalo anak yang sudah doyan gadget dan nonton video porno.

1. Maka akan Banjir Dopamin, anak jadi hilang kontrol ,
2. Fornografi Menimbulkan adiksi seperti narkoba.
3. Kecenderungan otak menyusut 4,4%
4. Adiksi pornografi tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan ( jadi gak ada tuh hubungannya anak cerdas sama pornografi) kalo emang udah kecanduan ya kecanduan aja.
5. Waktu yankg dihabiskan untuk nonton pornografi berkaitan erat dengan aktivitas seksual beresiko.

“Jadi sekarang banyak orang tua yang berkoar-koar, mari putus rantai LGBT tapi dirinya sendiri gak introfeksi, coba berawal dari mana semua itu, kalo bukan dari orang tuanya sendiri yang ikut andil menjadikan anak jadi RUSAK seperti itu,” kami semua diruangan tercengang dan tertampar.

Tunjuk diri sendiri Bu, sebelum kita menyalahkan orang lain.”

Pulang dari sini ayo introfeksi diri, diskusi sama suami, langkah apa yang harus kita tentukan dan segera ambil sikap. Jangan mudah bangga karena kita sudah berhasil menyekolahkan anak di SDIT ternama, jangan bangga karena anak kita rangking pertama, jangan bangga anaknya jadi selebgram. Ingat Bu, di luar sana para predator sedang mengamati anak-anak kita dan siap menerkam.

Intinya, ajak anak bermain dengan kita, pantau mereka, jadilah pendengar yang baik, ciptakan suasana rumah yang menyenagkan. Ajak mereka berbincang. “DAN MULAI SEKARANG JAUHKAN ANAK DARI GADGET, APAPUN ITU ALASANNYA”

Credits: pinterest

0

PROPOSAL HIDUP

Saya tumbuh dan kemudian saya berfikir “apa saja yang telah saya lakukan dalam hidup ini??”

Kemudian saya membuat proposal hidup yang saya tujukan kepada sang Kholik maha penerima taubat umatnya.

Dear Allah, saya telah menyusun secara random proposal hidup hamba, baik secara tulisan, lisan, ataupun dalam mentuk Do’a.

Dari proposal hidup yang telah saya ajukan, ada yang sudah engkau ACC, bahkan ada juga yang hingga saat ini masih menggantung belum juga dapat jawaban.

Terimakasih atas doa-doa yang sudah terjawab, hamba bersyukur karenanya. Tapi untuk doa-doa yang masih menggantung, hamba jua tidak akan merajuk karenanya. Disini hamba hanya cukup bersabar, seperti yang diriwayatkan hadist riwayat Muslim. “

Jika dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan, dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR: Muslim).

Menukil dari hadist tersebut, semoga hamba bisa menerapkannya dalam kehidupan dengan hormon yang kadang tidak stabil ini. Semoga tetap Istikomah dalam meraih ridho mu ya rob.

0

UKHUWAH DALAM SEPOTONG RENDANG

Tulisan ini khususon saya persembahkan kepada para pengurus Ta’lim AT-Tamr, yang semoga setiap langkah jerih payahnya diridhai dan dihitung pahala oleh Allah azzawajala.

Berkali-kali kami menentukan jadwal temu untuk mengevaluasi pernak pernik seputar ta’lim AT-Tamr. Pengajian kecil yang tercetus karena keresahan kami kepada ummat yang didunia terang benderang seperti saat ini, ternyata masih ada hati dan pengetahuan yang “Gelap” mengenal Al-Qur’an.

Alhamdulillah atas Rahmat Allah, para pencari ilmupun berhasil kita kumpulkan. Apakah kita yang hebat? BUKAN? ini tidaklah akan terwujud jika bukan karena doa-doa dan niat yang tulus para Ummahat pengajar sampai menembus langit, sehingga diberi kemudahan oleh Allah Subhana wata’alla.

Jumat tepat pukul 11.30 wib kami berkumpul diruko bunda Eka, kali ini giliran beliau yang baik hati, Sudi menyiapkan sajian yang begitu nikmat. Alhamdulillah, semoga Allah memberikan kesehatan dan kemurahan Rizky kepada beliau. Aamiin.

Menu siang santap kali ini, “camilan buah-buahan, pepes tahu, sayur bayam, kerupuk, dan rendang”. Berbicara soal rendang, tulisan ini sedikitnya jadi terinspirasi dari daging merah yang setelah diolah kok rasanya Masya Allah jadi begitu nikmat.

Mungkin karena tuan rumah, meracik masakan dengan begitu tulus dan penuh cinta. 😘

Setelah dipikir-pikir, begitupula rasanya ukhuwah ini. Dahulu sebelum mengenal Islam lebih dalam, kita hanyalah seonggok daging bernama manusia, perlahan Islam merasuk dalam kalbu, memiliki esensi lebih, hingga merasuk dalam hati. ” Empuk dan nikmat” begitulah proses ukhuwah yang saya rasakan.

Untuk sebuah pengakuan”

Awalnya saya memandang kegiatan At-tamr ini hanya sekedar untuk mengisi waktu luang, jika ibu Adiek memberikan tugas, saya sempat ogah-ogahan menjalankannya. Karna apa? Mungkin karna saat itu saya belum paham dan meresapi nikmatnya berada ditengah-tengah tim pengajar.

Seiring berjalannya waktu, saya melihat perkembangan dan kemajuan murid-murid AT-Tamr, saya diam dan berfikir setelah membaca salah satu hadist yang isinya ” Barang siapa yang mengajarkan satu ayat dari kitab Allah’ AZZA WA jalla’. Maka baginya pahala selama ayat itu dibaca. ( Dikutif dari As Silsilah ash shahihah nom1335)

Imam Bukhori menambahkan ” sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkan nya.” Masya Allah

Sambil makan dan diiringi diskusi, diam-diam saya memperhatikan betapa mereka begitu bersungguh-sungguh hanya mengharap keridhaan Allah semata.

Dalam hati saya bergumam ” Terimakasih ya Allah, karna hamba berada di lingkaran ini,” sehatkan dan kuatkan iman kami.

Sungguh diri ini tidak ada apa-apanya dibandingkan yang lain. Apalah saya yang masih mengeluh dengan keleluasaan waktu, jika kita menengok ummi Nining, dan pejuang-pejuang hebat lainnya begitu bersungguh-sungguh dalam menegakkan tauhid.

Seseorang sempat bertanya,” jeng gimana rasanya ngajar? Dan saya tidak bisa berkata apa-apa. Saya hanya menganalogikan kaya makan permen “NANO NANOManis, asam, asin, ramai rasanya. 😄

Ummahat, rangkul saya yang belum banyak ilmunya ini, sebut nama saya dalam doa-doa kalian, ingatkan terus saya dalam kebaikan, genggam erat tangan ini jikalau tekad mulai lemah, jika saya sudah tiada, ingat saya yang pernah berada diantara para Ummahat solihah.

Ukhuwah memang seperti daging rendang, sebaik apa kita memilih teman, sebaik itu juga hasil yang akan dihidangkan. Begitupun sebaliknya 😊

Jazakilah Khoiron katsiron untuk bunda Eka yang sudah menyajikan dengan hati, juga untuk para Ummahat lainnya yang selalu menjadi panutan dan tauladan hati, semoga kita tetap Istiqomah dan dikumpulkan dalam satu shaf di akhirat nanti. Aamiin

0

DALAM DIMENSI PENANTIAN

Dari Allah, oleh Allah, untuk Allah

Dear yang maha terkasih Allah Subhana wata’alla. Aku masih setia dalam dimensi penantianMu.

Menanti hadir dan ukuran tanganmu akan sebuah kepercayaan untuk menimang.

Menanti sebuah denyut jantung dalam rahim yang cukup lama menghampa, dan aku masih setia menanti akan kepercayaan mu ya rob..

Duhai ya Robbi, jagalah kesabaran ini, ke Istiqomahan ini, dan sematkan ketabahan dalam jiwaku ini. Jangan goyahkan hati sehingga hamba menjadi putus asa.

Pancangkan keteguhan iman untuk setiap kesedihan yang hamba lalui. Engkau yang maha menepati janji, engkau yang maha pengasih, berikan pelangi setelah penantian panjang ini.

Sungguh hamba masih sangat berharap akan karunia malaikat kecil, yang akan hadir dalam kehidupan ini.

Jadikan rumah tangga kami dipenuhi akan tangis dan canda tawa dan ahli waris yang akan melantunkan ayat-ayat sucimu.

Yaa rob, hamba berserah diri dalam dimensi penantian ini.

Mencintai karena Allah, bersabar karena ketakwaan kepada Allah.

*Bekasi pagi Sehabis hujan*

0

IRI PADA YANG BERILMU

Pernah gak ngerasain iri sama orang yang tau-tau usahanya maju? Saya pernah. Pernah gak iri sama orang kayanya populer dan banyak yang suka? Saya pernah. Terus pernah gak iri sama kehidupan orang diluar sana yang nampaknya bahagia?? Iyaaa saya pernah juga.

Manusiawi rasanya jika kita ngiri sama hal-hal yang nampak jelas terlihat didepan kita. Sesungguh sempurna kehidupan mereka,”itu fikir saya”.

Tapi tidak 16 bulan belakangan ini, dimana saya cuek dengan iri-irian yang saya paparkan diatas tadi. Ahh sudah terlalu lelah diri ini ngiri sama kesementaraan duniawi.

Ehh tapi saya kembali ngiri tetkala melihat orang yang tau-tau dapet hidayah dan sudah hijrah, tau-tau udah hafal juz 30, tau-tau rajin ke kajian, dan irinya lagi orang tersebut makin banyak ngajakin temen-temennya buat ikutan hijrah juga. Masya Allah,, saya selain iri jadi terpatri juga pengen ngebut kejar target, yahh setidaknya mulai prioritas menghafal sedikit-sedikit ayat Qur’an.

“Semoga Istiqomah untuk para penghijrah” bissmillah Dahlia

0

KULIAH PERDANA RQBA

KULIAH PERDANA

Sungguh betapa futurnya diri ini, betapa miskinnya ilmu ini dan betapa bodohnya diri ini. Ketika mulai kendor belajar Al-Qur’an, ketika lalai akan kewajiban mencari ilmu, namun Allah memudahkan langkah ini dipertemukan dengan ummahat-ummahat yang ‘haus’ akan ilmu Allah.

Melihat betapa tidak ada apa-apanya perjuangan ini, dibandingkan dengan seorang ibu yang datang dari Kemayoran menuju Bekasi untuk belajar Tahsin. Betapa besarnya perjuangan seorang sahaya yang datang dari Pamulang menuju Bekasi mengejar ilmu tahsin, dan betapa besarnya semangat seorang nenek berusia 60, 70, bahkan 83th untuk belajar tahsin. Ya Allah ya rob sungguh tidak ada apa-apanya perjuangan hamba dibandingkan mereka-mereka yang sangat bersungguh-sungguh mendalami Kalam Qur’an. 😭😭

Padahal diri ini masih diberikan kesehatan, umur yang masih muda, ekonomi yang tercukupi, jarak tempuh yang sangat terjangkau, tapi masih saja kami mengeluh dan kurang bersungguh-sungguh dalam belajar. 😥😥

Duhai Robb, rangkulan kami dalam dekapan ukhuwah islamiah, eratkan kami dalam naungan mu, jangan biarkan hati ini lalai karna terlena dunia.

Hari ini banyak sekali teguran yang Allah tunjukan melalui Istiqomahnya para pencinta Al-Qur’an. Seseorang berkata, ” Kita berkumpul disini karna kecintaan kita terhadap Qur’an, insyaallah kita semua akan dipertemukan kembali di akhirat sana.” Aamiin

* Kepada para ustazah jazakilah Khoiron katsiron ,, jangan bosen yaaakkk 😚
DAHLIA ( yang masih betah di pra tahsin ) 😎

Mesjid Al-Azhar Bekasi