0

LEUWI LIEUK BOGOR

Setelah posting beberapa foto di media sosial, saya pun jadi capek sendiri jawab-jawabin pertanyaan mereka, seputaran “INI DIMANA TEMPATNYA?,BUNN INI DIMANAAAAA? FIX GUE PEGEL dan dalam keadaan badan pegal-pegal saya kudu ngebut nulis disini, biar yang nanya juga langsung tau jawabannya.

Begini sodara-sodara, kemaren saya itu kan main ke LEUWI LIEUK di Tajur Bogor, nah karna di Bogor itu ada dua Tajur, satu tajur yang terkenal dengan kerajinan tas nya alias tajur kota, dan tajur satunya lagi yang arah Citereup, yakni rumah ibu saya.

Sebenernya ke Leuwi lieuk ini, bisa lewat dua jalur, bisa lewat Babakan Madang Sentul, bisa juga lewat Tajur Citereup. Kalo tanya trek kesananya gimana? Bisa Pake mobil, bisa juga Pake motor. Nah saya lebih merekomendasikan Pake motor, kenapa? Karna selain lebih cepat, dan jarak tempuh ke Leuwi nya lebih Deket, kalo maunya Pake mobil yah bisa juga, tapi jalannya cukup lumayan kalo dari parkiran mobil. (Mayan bikin kurus) 😂

Jadi kalo mau masuk wisata tersebut ada beberapa tiket masuknya. Tiket pertama kita bayar Rp. 8000 untuk motor ( mobil lupa, kalo gak salah kisaran 15rb an) , terus kalo kita mau ke Leuwi hejo, kita bayar lagi 10rb per orang, begitupun kalo mau ke leuwi- Leuwi lainnya. Karna dari Leuwi Hejo itu kita bisa nanjak lagi ke Leuwi Lieuk, bayar lagi 10rb per orang. Tapi menurut saya worthed lahh bayar segitu, karna kan tujuannya untuk perawatan lokasi wisata juga. *Jadi ojo dumel YAAAHH 😘

Oia dari tadi kita ngomongin terus LEUWI, bagi yang belum ngerti, apa sih itu Leuwi? Leuwi itu dalam bahasa sunda artinya “Cekungan (dalam) di dasar sungai.

Jadiiiiii, emang Mayan dalem sih airnya, kemaren Kahfi keponakan saya bilang, katanya pas dia kesana, dia nyelamatin bule yang nyoba berenang, terus mereka kelelep karna gak tau kalo itu dalem.

Terus saya coba tanya Kahfi.” Emang kedalamannya kira-kira berapa fi?” ” Yahh kurang lebih 7m an lah” okeee fix, saya berenang di pinggiran yang dangkal saja, secara saya cuma bisa berenang gaya botol doang. Wkwkwkwk

Oia, bagi yang gak bisa berenang, jangan khawatir, soalnya disana disediakan penyewaan rompi berenang, kalo mau lebih cihuy lagi, bolehlah bawa properti sendiri, macam ban syantiq dll. Karna tempatnya selain cucookk, air dan udaranya seger and instagramable banget. 😎

Kalo yang gak mau rempong bawa peralatan masak kaya saya, tenang disana ada warung-warung, mushola and toilet yang lumayan bersih.

Kalo mau camping juga bisa, tinggal bilang aja pas dibagian ticketing nya.

Beberapa temen ada yang nanya, aman gak yah kalo bawa anak kecil?? Saya jawab, “aman kok” kemaren juga saya bawa keponakan saya yang kecil, dan banyak juga orang tua yang serta bawa anak-anaknya, yang kalo di tafsir usia anak SD an gitu deh, walau medannya cukup melelahkan karena banyak tanjakan, mereka nyampe tuh ke lokasi tujuan. Atau ngga kalo untuk pemula ke Leuwi hejo aja dulu, lokasinya dibawah Leuwi Lieuk dan gak kalah bagus untuk main-main air.

Oia berikut foto-fotonya, diabadikan dengan kamera HP Oppo koe krungu jeritan atiku 😂😂😂

Kang foto: MJ

Advertisements
0

RATNA SARUMPAET

“Jangan ikut-ikutan benci” berkali-kali saya mengucapkan kalimat itu, Setiap habis membuka media sosial. Masih hangat berita tentang Ratna Sarumpaet (RS), yang mukanya babak belur, dan menyebar berita HOAX , bahwa mengaku telah menjadi korban pemukulan oleh beberapa pria yang tidak dikenal, di bandara Husein Sastranegara Bandung. Setelah peristiwa itu, warga net saling memberikan argumentasinya, baik pro dan kontra terhadap peristiwa pemukulan itu.

Kemudian kubu terpecah menjadi 3 kelompok. (1) kelompok pro pembela RS, ke (2) kubu Kontra terhadap RS, dan kubu ke-tiga kubu BODOOOO AMAATTT.

PILPRES 2019 masih beberapa bulan lagi, tapi hawa panas udah terasa dari sekarang.

Walaupun saya berdiri di kubu BODOOOO AMAT, saya sudah menetapkan hati untuk memilih siapa yang mau saya coblos di PILPRES nanti. Siapa orangnya? Cukup saya yang tahu. Biar apa? Biar gak ada yang BAPER.

Kembali ke Ratna Sarumpaet, beliau sudah mengaku bahwa dia pembuat berita HOAX, dia gak di gebukin, dia cuma abis operasi plastik bagian kantung mata. Selanjutnya sudah bisa ditebak, beberapa hari ini R.S jadi bulan-bulanan warga net.

Saya tetap mengontrol diri untuk tidak membenci dengan segala yang terpampang nyata. Toh R.S sudah mendapatkan ganjaran sesuai perbuatannya. Sanksi sosial sudah ia terima, mungkin, anksi hukum berikutnya.

Tapi yang bikin bete, kenapa sih harus fokus terus sama berita kebencian?. Apa gak sayang itu hatinya jadi kotor? Sementara’ sodara-sodara kita di palu masih butuh perhatian lebih loh dari kita.

Tuhan memberi dua pilihan untuk kita, sebelum kontrak hidup ini berakhir. ( 1. Mau jadi manusia bermanfaat atau 2. Tidak ?)

Dunia ini panggung sandiwara, kudu pinter-pinter jaga hati, jaga pandai, jaga jempol biar gak ikut-ikutan komen negatif.

Wassalamu’alaikum

0

CAFE SAWAH PUJON KIDUL

Awalnya ogah-ogahan pas shinta sahabat saya, maksa untuk ngopi-ngopi syantiq di cafe. ” NGAFE? ASTAGFIRULLAH HALAJIIMMMM MALESSIN AHHH, NGAPAIN JAUH-JAUH KE MALANG KALO MAKANNYA DI CAFE JUGA.” saya mikirnya “NGAFE doang mah di Jakarta juga banyak”

Tapi tidak cafe yang satu ini, sempet under estimate sih, apalagi pas browsing-browsing cafenya, ahhh begitu doang. Celoteh saya pada Sinta ” Mungkin saya lihatnya tidak keselurahan , dimana komen-komen yang saya baca gak bikin hati kepincut. *(Yang bikin testimoni kurang meyakinkan sihh)” hahaha Halasan.

Kita pregi dari batu setelah Ba’da ashar, perjalan memakan waktu kurang lebih 70menit, dan sesampainya di sana saya disambut dengan lembayung senja yang begitu cantik.

Masuk ke area parkiran, hati masih biasa aja, belum ada tanda-tanda KENORAK-AN untuk foto-foto, langkah saya percepat karna penasaran apa sih yang bisa disuguhkan dari cafe ini?.

Begitu melalui jalan agak menurun, disitulah terintip pemandangan dengan hamparan sawah dan bunga-bunga kecil berwarna cantik. Saya jadi semangat, dan sedikit berlari, pak suami yang diam-diam merekam saya dari belakang, harus ikut-ikutan berlari.

Banyangin Tiket masuknya cuma 10rb, kopinya cuma 12rb, pisang gorengnya 6000 ( tapi enak dan besar) semuanya serba terjangkau. Ada gazebo ditengah sawah, tempat sholat tersedia dan bersih pulak. Daann akoohhh jingkrak-jingkrak. Yeeeaaayy

Terimakasih shinta yang udah maksa-maksa Dateng kesini. Hahaha ( padahal sebelumnya kita debat kusir dulu yehh) 😜

berikut foto-foto yang berhasil saya abadikan dengan HP xiomi note 4.

Oia Shinta pas foto-foto dia ngedumel terus, katanya. ” Duhh coba ada kamera DSLR, pasti hasilnya tambah cucok, fix ini gue kudu nabung buat beli SLR ” hahaha beli Ta, beliiiiii

0

PENUH CINTA DARI SENDIKI

Jatah liburan di Malang pun usai sudah, Senin siang waktu kepulangan pun tiba, tapi tidak dengan saya yang mendadak harus meng cancel tiket kepulangan ke Jakarta. Karna apa?

Karena pak suami mendadak mau nyusul liburan di malang, daan jreeeng jreeeng si istri Solehah ini pun sumringah sambil nyengir kuda. KARNA APA? karna jatah liburannya diperpanjang. HOREEHH 😍

Sambil nunggu suami tiba, saya di jemput Sinta untuk menginap di rumahnya. Bahagia bukan kepalang, karna selain mengobati rindu yang terpisah oleh jarak, juga bisa nebeng makan dan tidur gratis. Hahaha *Dahlia mah gitu sihh, sukanya yang gratisan 😋

” Nanti malem kita tidur bareng yahh, kata saya saat mobil mulai meninggalkan parkiran stasiun Malang, dan elu Puput ( suaminya Sinta) Elu tidur di dapur. Hahahaa sepanjang jalan kita bercanda gurau, sambil saling mengolok menggunakan bahasa Sunda, terus makan bakso bakar yang rasanya selalu bikin kangen, sepanjang malam bertukar cerita yang ntah gak ada ujungnya.

“Pokonya selama disini elu kudu ngajakin gue jalan-jalan, kemaren gue Abis turun gunung, setelah itu gue mau lari ke pantai” celoteh saya pada Sinta yang saat itu sedang mengeloni anak bungsunya.

“Gue mah bebas, cyuss browsing pantai mana yang mau elu sambangi”. Kata Shinta menimpali.

Setelah berselancar akhirnya pilihan jatuh pada Pantai Sendiki, pantainya bersih dan masih sepi. Buat saya dan sinta, pantai macam ini adalah yang kita cari, jauh dari hiruk pikuk keramaian, dan cocok untuk sekedar berleyeh-leyeh dibibir pantai.

Perjalan hampir memakan waktu 2.30 menit, dan begitu tiba. VOILAAA pantainya sepiiii hanya di kunjungi segelintir insan.

Nahh cakep nih pantai, yang begini yang kita cari. Saya mengeluarkan buku Aroma Karsa, mulai membacanya, dan belum rampung satu halaman mata sudah terpejam karna terhanyut nyanyian ombak dan bisikan angin. Ahhh Sendiki, kamu cantik sekali. Terimakasih 😍

Selanjutnya biarkan gambar yang menceritakan suasana pantai sendiki. *This is it

0

BROMO AKU RINDU

Alhamdulillah balik lagi ke malang, kali ini bawa cerita tentang “Aku dan Bromo”

Berawal dari sebuah ajakan ibu mertua di bulan Agustus. Telponpun berdering.

*Hallo Yut, mau ikut ke Bromo gak?

* Kapan? Sama siapa? Tanya saya

* Kita aja bertiga, tapi kalo si AA mau ikut sih silahkan aja. Insyaa Allah 7-10 September. Kalo mau ikut, buruan fotoin KTP nya yahh.

Saya berfikir, ahh mungkin ibu cuma becanda, dan saya bilang, “yaudah Bu nanti ditanya dulu ke si AA, boleh ngga nya”.

Selang 10 menit, ibu telpon lagi.

*Gimana Yut, jadi ikut gak?

Saya * LAAAHH SERIUS INI JADI KE BROMO? ( saya langsung izin ke suami untuk pergi, dan pergilah kami bertiga)

7 September 2018

Siang itu saya sudah ada di stasiun Gambir, ditemani suami yang kebetulan Alfa ikut ke Bromo. ” Kamu hati-hati yah disana, Berkabar kalo udah sampe hotel*

Pukul 17.30 Dengan menumpang kereta Gajayana, kereta melaju meninggalkan stasiun Gambir, ahh sudah belasan tahun saya tidak bepergian menggunakan kereta api, dan hari ini moment itu terulang kembali. Saya yang serta membawa bekal buku, memang berencana menghabiskan waktu dengan membaca dan kembali bernostalgia, dengan menghafal beberapa nama-nama stasiun tempat pemberhentian kereta.

Kali ini saya memilih kereta eksekutif, tidak seperti belasan tahun lalu, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Malang, saya naik MATARMAJA kelas ekonomi. Untuk yang baru naik kereta, itu rasanya BIKIN TRAUMA hahahaha.

CIREBON :

Sedikit cerita tentang stasiun pemberhentian pertama ini, dulu waktu kereta kelas ekonomi belum layak seperti sekarang. Di kota ini, saya kebelet pipis, terus karna waktu transit yang super terbatas, jadilah kita pipis berjamaah, juga hampir ketinggalan kereta karna diburu dengan waktu.

Di kota ini pula, saya mengenal penjajak nasi Jamblang dalam kereta yang enak, tak luput juga pengamen- pengamen yang tak ada habisnya,, (udah gitu minta duitnya maksa, malah sambil nodongin piso pulak) 😑

Kembali saya menghitung nama-nama stasiun yang saya lewati. Purwokerto – karang anyar – kebumen – Kutoarjo – jogjakarta – Madiun – Nganjuk – Kertosono – Tulungagung – Blitar – Wlingi- Kepanjen – malang kota lama – malang kota baru.

Deket stasiun malang, kita hunting makan rawon yang katanya terkenal dengan rasanya yang endeeuusss. Abis itu meluncur ke Hotel, bersih-bersih dan istirahat sejenak, karna malamnya kita sudah di jemput Travel untuk ke Bromo.

Di hotel, segera saya menyambar telpon untuk bertukar kabar dengan pak Sastra, komunikasi singkat pun ditutup dan kemudian saya tak kuat melawan kantuk.

INI TENTANG BROMO

Menembus malam dengan Jeep berwarna merah, ditemani oleh Tour Guide dari Dolan malang Travel. Mereka adalah dua anak muda dengan gairah yang masih menyala-nyala. Satunya pendiam, dia bertugas sebagai driver, dan lucky anak muda yang sedang bergelut menyelesaikan skripsi, dengan semangat memperkenalkan kecantikan BROMO kepada saya.

02.30 dini hari, Jeep merah kembali terpontang panting merobek malam menembus hamparan pasir Bromo. “ini kita sudah hampir sampai yah mas? Tanya saya yang masih terjaga didalam mobil, ibu dan Kaka ipar sempat tertidur didalam hantaman brutalnya laju Jeep” njeeh mba, kita sudah masuk kaki Bromo.

Sambil mendengarkan deru Jeep dan menatap gelapnya malam, 1 jam kemudian Lucky mengaburkan lamunan saya, “sudah hampir sampai mba, kita siap-siap yah.

Sesampainya di Pos Bromo, saya melihat cukup banyak orang yang berlalu lalang, diantaranya ada anak kecil yang mencoba menahan dingin.

“Kita di warung dulu yah mba, sambil minum wedang jahe atau pesen mie biar anget” ibu dan teteh pun bergegas menuju warung yang dia tunjuk.

Namun saya hiraukan ajakan Lucky, hingga sampai saya mendongakkan pandangan ke langit, dan melihat betapa indahnya bintang bertaburan di atas kepala saya. Masyaa Allah saya hampir berteriak ke setiap orang berlalu lalang yang melewati saya. “Heeeeyy lihat itu bintangnya banyak, itu lihat” saya berdecak kagum, sambil menunjuk-nunjuk kearah langit.

Lucky pun hanya terkekeh, melihat tingkah saya yang konyol. Mungkin dalam benaknya dia bilang * NORAK LU MBA KAYA BARU LIHAT BINTANG AJA, hahaha 🌟

To be honest, ini pertama kali saya lihat binatang sebanyak dan sedekat ini. Ya Allah, betapa murah hatinya engkau menciptakan mahakarya yang begitu indah ini.

Menjelang fajar, kami di ajak untuk menyaksikan sun rise, sayangnya saat itu sedang badai pasir, jadi kami mengalami sedikit kendala pandangan saat menuju lokasi.

Berkali-kali lucky, menggamit tangan ibu yang tetap semangat ingin menyaksikan suguhan Ilahi. Fajar pun terbit dengan keanggunan haqiqi yang dia bawa. Semburat warna jingga mulai menampakkan diri, perlahan hawa hangat menyapu wajah dengan segaris senyuman indah. *Hallo matahari, apakabarnya? Saya Dahlia senang sekali berjumpa denganmu di Bromo ini”

Saya melihat disekitar, tampak wajah wajah takjub, penuh syukur dan cinta. Alam telah menjadikan manusia-manusia bahagia dengan sederhana. Menikmati’ kebesaran sang pencipta dari mahakarya yang tiada tandingannya. *MAKA NIKMAT TUHAN MANALAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN ?* QS: Ar-rahman

Terimakasih Allah, terimakasih Bromo dan aku rindu saat Bromo kembali menghijau.

______________________

Foto taken by : lucky

Travel : Dolan Malang

High recommended

0

MAMAH CURHAT DONG

Gak kebayang gimana rasanya jadi Mamah Dedeh, Saban waktu selalu dicurhatin oleh ribuan Jemaahnya” gayanya yang ceplas-ceplos justru sangat disukai oleh ibu-ibu yang butuh pencerahan. 😁

Saya bukan mamah Dedeh, tapi N’tah kenapa akhir-akhir ini saya selalu jadi pendengar yang baik, sehingga orang tetiba curhat ke saya.

Seperti kemarin pagi, ibu paruh baya yang nampak ya lusuh dan sedih berkeluh kesah soal menantunya. * Saya Nyimak sambil makan gorengan 😅

” Nenk, jangan pilih kasih yah sama orang tua. Gak boleh nelantarin orang tua, apalagi mertua. Perlakukan mereka sama rata. Gak boleh ketus, harus sayang sama rata selagi mereka masih hidup. Kalo mau hidup berkah, muliakan kedua orang tua. Ridho Allah, ridho orang tua” kemudian dia menyeka air mata yang membasahi pipinya.

Saya tidak tahu harus berkata apa, saya cuma mengelus punggungnya sambil bilang “sabar yah nek” kemudian tangisnya pun kembali pecah.

Selang beberapa hari, saya gak lihat nenek lagi, kemudian dapet kabar kalo nenek di usir, terus ada yang nampung sebagai pembantu 😑

Ada rasa cemas dan lega, cemas karena sudah tua harusnya menikmati hari tua dengan bahagia, lega karena setidaknya dia sudah ada yang menampung.

Dalam hati, ” jahat amat ada orang yang tega nelantarin orangtuanya”. Semoga beliau sehat selalu.

0

PERLUKAH MENIKAH?

Seseorang bertanya pada saya,” Bun seberapa perlu sih kita menikah?”

Saya jawab, “Tergantung, seberapa perlu kamu butuh pasangan hidup dan cara pandang kita terhadap sebuah pernikahan”.

“Jadi kalo kita bisa melakukan nya sendiri, boleh dong tidak perlu menikah?”

“Ya boleh-boleh saja asalkan, segala keputusan sudah dipertimbangkan dengan sadar, dalam keadaan yang tidak tertekan, dan siap mental jika sewaktu-waktu ada pertanyaan dari orang tentang KAPAN NIKAH? KOK MASIH SINGLE AJA? 😁

Tapi sebelum dia makin tambah bingung, saya bilang ke dia ” tapi elu gak pengen gitu bikin Allah bahagia? Allah menyukai sebuah pernikahan yang mana didalamnya penuh dengan kebaikan, cinta dan kasih sayang. Elu gak mau gitu menggenapi separuh iman kita? Elu gak mau gitu berpetualang bareng pasangan, pak ustad bilang dengan menikah hati menjadi tenang.

Cuma bisa dirasain sendiri sih dahsyatnya sebuah pernikahan itu kaya gimana. Kalo pun diluar sana ada pernikahan yang gak berhasil, bukan berarti mereka sepenuhnya salah, tapi memang 😈 nya aja yang lebih kuat menggoda rumah tangga mereka, sementara iman mereka terlalu mudah goyah.

Renungkan lah* MAMAAAHH CURHAT DOONG 😂