0

PENUH CINTA DARI SENDIKI

Jatah liburan di Malang pun usai sudah, Senin siang waktu kepulangan pun tiba, tapi tidak dengan saya yang mendadak harus meng cancel tiket kepulangan ke Jakarta. Karna apa?

Karena pak suami mendadak mau nyusul liburan di malang, daan jreeeng jreeeng si istri Solehah ini pun sumringah sambil nyengir kuda. KARNA APA? karna jatah liburannya diperpanjang. HOREEHH 😍

Sambil nunggu suami tiba, saya di jemput Sinta untuk menginap di rumahnya. Bahagia bukan kepalang, karna selain mengobati rindu yang terpisah oleh jarak, juga bisa nebeng makan dan tidur gratis. Hahaha *Dahlia mah gitu sihh, sukanya yang gratisan 😋

” Nanti malem kita tidur bareng yahh, kata saya saat mobil mulai meninggalkan parkiran stasiun Malang, dan elu Puput ( suaminya Sinta) Elu tidur di dapur. Hahahaa sepanjang jalan kita bercanda gurau, sambil saling mengolok menggunakan bahasa Sunda, terus makan bakso bakar yang rasanya selalu bikin kangen, sepanjang malam bertukar cerita yang ntah gak ada ujungnya.

“Pokonya selama disini elu kudu ngajakin gue jalan-jalan, kemaren gue Abis turun gunung, setelah itu gue mau lari ke pantai” celoteh saya pada Sinta yang saat itu sedang mengeloni anak bungsunya.

“Gue mah bebas, cyuss browsing pantai mana yang mau elu sambangi”. Kata Shinta menimpali.

Setelah berselancar akhirnya pilihan jatuh pada Pantai Sendiki, pantainya bersih dan masih sepi. Buat saya dan sinta, pantai macam ini adalah yang kita cari, jauh dari hiruk pikuk keramaian, dan cocok untuk sekedar berleyeh-leyeh dibibir pantai.

Perjalan hampir memakan waktu 2.30 menit, dan begitu tiba. VOILAAA pantainya sepiiii hanya di kunjungi segelintir insan.

Nahh cakep nih pantai, yang begini yang kita cari. Saya mengeluarkan buku Aroma Karsa, mulai membacanya, dan belum rampung satu halaman mata sudah terpejam karna terhanyut nyanyian ombak dan bisikan angin. Ahhh Sendiki, kamu cantik sekali. Terimakasih 😍

Selanjutnya biarkan gambar yang menceritakan suasana pantai sendiki. *This is it

Advertisements
0

BROMO AKU RINDU

Alhamdulillah balik lagi ke malang, kali ini bawa cerita tentang “Aku dan Bromo”

Berawal dari sebuah ajakan ibu mertua di bulan Agustus. Telponpun berdering.

*Hallo Yut, mau ikut ke Bromo gak?

* Kapan? Sama siapa? Tanya saya

* Kita aja bertiga, tapi kalo si AA mau ikut sih silahkan aja. Insyaa Allah 7-10 September. Kalo mau ikut, buruan fotoin KTP nya yahh.

Saya berfikir, ahh mungkin ibu cuma becanda, dan saya bilang, “yaudah Bu nanti ditanya dulu ke si AA, boleh ngga nya”.

Selang 10 menit, ibu telpon lagi.

*Gimana Yut, jadi ikut gak?

Saya * LAAAHH SERIUS INI JADI KE BROMO? ( saya langsung izin ke suami untuk pergi, dan pergilah kami bertiga)

7 September 2018

Siang itu saya sudah ada di stasiun Gambir, ditemani suami yang kebetulan Alfa ikut ke Bromo. ” Kamu hati-hati yah disana, Berkabar kalo udah sampe hotel*

Pukul 17.30 Dengan menumpang kereta Gajayana, kereta melaju meninggalkan stasiun Gambir, ahh sudah belasan tahun saya tidak bepergian menggunakan kereta api, dan hari ini moment itu terulang kembali. Saya yang serta membawa bekal buku, memang berencana menghabiskan waktu dengan membaca dan kembali bernostalgia, dengan menghafal beberapa nama-nama stasiun tempat pemberhentian kereta.

Kali ini saya memilih kereta eksekutif, tidak seperti belasan tahun lalu, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Malang, saya naik MATARMAJA kelas ekonomi. Untuk yang baru naik kereta, itu rasanya BIKIN TRAUMA hahahaha.

CIREBON :

Sedikit cerita tentang stasiun pemberhentian pertama ini, dulu waktu kereta kelas ekonomi belum layak seperti sekarang. Di kota ini, saya kebelet pipis, terus karna waktu transit yang super terbatas, jadilah kita pipis berjamaah, juga hampir ketinggalan kereta karna diburu dengan waktu.

Di kota ini pula, saya mengenal penjajak nasi Jamblang dalam kereta yang enak, tak luput juga pengamen- pengamen yang tak ada habisnya,, (udah gitu minta duitnya maksa, malah sambil nodongin piso pulak) 😑

Kembali saya menghitung nama-nama stasiun yang saya lewati. Purwokerto – karang anyar – kebumen – Kutoarjo – jogjakarta – Madiun – Nganjuk – Kertosono – Tulungagung – Blitar – Wlingi- Kepanjen – malang kota lama – malang kota baru.

Deket stasiun malang, kita hunting makan rawon yang katanya terkenal dengan rasanya yang endeeuusss. Abis itu meluncur ke Hotel, bersih-bersih dan istirahat sejenak, karna malamnya kita sudah di jemput Travel untuk ke Bromo.

Di hotel, segera saya menyambar telpon untuk bertukar kabar dengan pak Sastra, komunikasi singkat pun ditutup dan kemudian saya tak kuat melawan kantuk.

INI TENTANG BROMO

Menembus malam dengan Jeep berwarna merah, ditemani oleh Tour Guide dari Dolan malang Travel. Mereka adalah dua anak muda dengan gairah yang masih menyala-nyala. Satunya pendiam, dia bertugas sebagai driver, dan lucky anak muda yang sedang bergelut menyelesaikan skripsi, dengan semangat memperkenalkan kecantikan BROMO kepada saya.

02.30 dini hari, Jeep merah kembali terpontang panting merobek malam menembus hamparan pasir Bromo. “ini kita sudah hampir sampai yah mas? Tanya saya yang masih terjaga didalam mobil, ibu dan Kaka ipar sempat tertidur didalam hantaman brutalnya laju Jeep” njeeh mba, kita sudah masuk kaki Bromo.

Sambil mendengarkan deru Jeep dan menatap gelapnya malam, 1 jam kemudian Lucky mengaburkan lamunan saya, “sudah hampir sampai mba, kita siap-siap yah.

Sesampainya di Pos Bromo, saya melihat cukup banyak orang yang berlalu lalang, diantaranya ada anak kecil yang mencoba menahan dingin.

“Kita di warung dulu yah mba, sambil minum wedang jahe atau pesen mie biar anget” ibu dan teteh pun bergegas menuju warung yang dia tunjuk.

Namun saya hiraukan ajakan Lucky, hingga sampai saya mendongakkan pandangan ke langit, dan melihat betapa indahnya bintang bertaburan di atas kepala saya. Masyaa Allah saya hampir berteriak ke setiap orang berlalu lalang yang melewati saya. “Heeeeyy lihat itu bintangnya banyak, itu lihat” saya berdecak kagum, sambil menunjuk-nunjuk kearah langit.

Lucky pun hanya terkekeh, melihat tingkah saya yang konyol. Mungkin dalam benaknya dia bilang * NORAK LU MBA KAYA BARU LIHAT BINTANG AJA, hahaha 🌟

To be honest, ini pertama kali saya lihat binatang sebanyak dan sedekat ini. Ya Allah, betapa murah hatinya engkau menciptakan mahakarya yang begitu indah ini.

Menjelang fajar, kami di ajak untuk menyaksikan sun rise, sayangnya saat itu sedang badai pasir, jadi kami mengalami sedikit kendala pandangan saat menuju lokasi.

Berkali-kali lucky, menggamit tangan ibu yang tetap semangat ingin menyaksikan suguhan Ilahi. Fajar pun terbit dengan keanggunan haqiqi yang dia bawa. Semburat warna jingga mulai menampakkan diri, perlahan hawa hangat menyapu wajah dengan segaris senyuman indah. *Hallo matahari, apakabarnya? Saya Dahlia senang sekali berjumpa denganmu di Bromo ini”

Saya melihat disekitar, tampak wajah wajah takjub, penuh syukur dan cinta. Alam telah menjadikan manusia-manusia bahagia dengan sederhana. Menikmati’ kebesaran sang pencipta dari mahakarya yang tiada tandingannya. *MAKA NIKMAT TUHAN MANALAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN ?* QS: Ar-rahman

Terimakasih Allah, terimakasih Bromo dan aku rindu saat Bromo kembali menghijau.

______________________

Foto taken by : lucky

Travel : Dolan Malang

High recommended

0

MAMAH CURHAT DONG

Gak kebayang gimana rasanya jadi Mamah Dedeh, Saban waktu selalu dicurhatin oleh ribuan Jemaahnya” gayanya yang ceplas-ceplos justru sangat disukai oleh ibu-ibu yang butuh pencerahan. 😁

Saya bukan mamah Dedeh, tapi N’tah kenapa akhir-akhir ini saya selalu jadi pendengar yang baik, sehingga orang tetiba curhat ke saya.

Seperti kemarin pagi, ibu paruh baya yang nampak ya lusuh dan sedih berkeluh kesah soal menantunya. * Saya Nyimak sambil makan gorengan 😅

” Nenk, jangan pilih kasih yah sama orang tua. Gak boleh nelantarin orang tua, apalagi mertua. Perlakukan mereka sama rata. Gak boleh ketus, harus sayang sama rata selagi mereka masih hidup. Kalo mau hidup berkah, muliakan kedua orang tua. Ridho Allah, ridho orang tua” kemudian dia menyeka air mata yang membasahi pipinya.

Saya tidak tahu harus berkata apa, saya cuma mengelus punggungnya sambil bilang “sabar yah nek” kemudian tangisnya pun kembali pecah.

Selang beberapa hari, saya gak lihat nenek lagi, kemudian dapet kabar kalo nenek di usir, terus ada yang nampung sebagai pembantu 😑

Ada rasa cemas dan lega, cemas karena sudah tua harusnya menikmati hari tua dengan bahagia, lega karena setidaknya dia sudah ada yang menampung.

Dalam hati, ” jahat amat ada orang yang tega nelantarin orangtuanya”. Semoga beliau sehat selalu.

0

PERLUKAH MENIKAH?

Seseorang bertanya pada saya,” Bun seberapa perlu sih kita menikah?”

Saya jawab, “Tergantung, seberapa perlu kamu butuh pasangan hidup dan cara pandang kita terhadap sebuah pernikahan”.

“Jadi kalo kita bisa melakukan nya sendiri, boleh dong tidak perlu menikah?”

“Ya boleh-boleh saja asalkan, segala keputusan sudah dipertimbangkan dengan sadar, dalam keadaan yang tidak tertekan, dan siap mental jika sewaktu-waktu ada pertanyaan dari orang tentang KAPAN NIKAH? KOK MASIH SINGLE AJA? 😁

Tapi sebelum dia makin tambah bingung, saya bilang ke dia ” tapi elu gak pengen gitu bikin Allah bahagia? Allah menyukai sebuah pernikahan yang mana didalamnya penuh dengan kebaikan, cinta dan kasih sayang. Elu gak mau gitu menggenapi separuh iman kita? Elu gak mau gitu berpetualang bareng pasangan, pak ustad bilang dengan menikah hati menjadi tenang.

Cuma bisa dirasain sendiri sih dahsyatnya sebuah pernikahan itu kaya gimana. Kalo pun diluar sana ada pernikahan yang gak berhasil, bukan berarti mereka sepenuhnya salah, tapi memang 😈 nya aja yang lebih kuat menggoda rumah tangga mereka, sementara iman mereka terlalu mudah goyah.

Renungkan lah* MAMAAAHH CURHAT DOONG 😂

0

The Beginning

Hallo Senin,,, 😍

Ini adalah Senin pertama Bibiw tidak perlu pergi pagi-pagi untuk ngantor, tidak perlu mengenakan kemeja, dasi dan setelan jas. Yaa, Senin pertama dia berhenti dari segala rutinitas kebakuan, pencapaian target, meeting dengan client, dan segala drama mencari nafkah di ibukota.

Ini seperti sebuah jawaban Do’a yang sudah saya layangkan kepada Allah, dan akhirnya Jawaban yang Alot pun hari ini terkabul. Terimakasih ya Allah. 😊

Banyak sebagian pihak menyayangkan akan keputusan resign ini, namun saya pribadi merasa harus mengacungkan jempol untuk pak suami atas keberanian mengambil sebuah keputusan penting ini.

Mereka yang kontra bilang. ” Lu ngapain sih Marwan berhenti kerja? Karir lagi bagus-bagusnya malah berhenti.” Ada yang bilang ini keputusan nekat, melihat orang susah payah nyari kerja, ehhhh ini malah berhenti. Ada juga yang menuduh, pak suami berhenti karna mau pindah ke perusahaan lain,” yaahh what ever lah yahh apa kata mereka, kita makan juga gak minta dari mereka. 😝

Yang lucu adalah, pas suami bilang alasan berhenti karna mau nyoba berwirausaha, ajaibnya mereka gak ada yang percaya lohh, katanya itu cuma alasan aja, pun kalo bener ngapain nekat berhenti kerja untuk usaha yang belum jalan??. Hehehe, maha benar Netizen dengan segala commentnya. 😊

Saya pribadi sebagai istri, hanya bisa mendukung dan mendoakan apapun keputusan yang dia ambil. Saya yakin sebagai mahluk berfikir dan sudah berumah tangga, dia akan memikirkan apa-apa yang harus dia lakukan.

Sempat suatu waktu ketika kita sedang boncengan. Iseng saya tanya, ” Boleh tau ngga, apa alasan utama kamu resign? Padahal bonus dan tiket Jepang udah di depan mata loh”. (Mohon bersabar ini ujian) 😁

Dia bilang, ” mumpung masih muda mau nyoba hal baru Bun, mau memperbaiki hidup, kan kamu sering bilang asuransi itu riba” oke siap 😃

Cukup sudah bagi saya penjelasan singkat dari pak suami, tanpa harus tanya lebih jauh, saya rasa dia lebih tau apa yang harus dia lakukan. Saya tidak mau menghakimi keputusan suami, seperti yang dilakukan orang-orang diluar sana kepada beliau. Saya memang merasa resah dengan pilihan pekerjaan sebelumnya, walau penghasilan lebih dari cukup, tapi keresahan dan pertanggung jawaban kepada Allah, itu yang selalu bikin GALAU.

Kalo ditanya, pernah ngerasa takut gak sih, dengan kebiasaan hidup yang nyaman terus mungkin kedepannya bakalan ada ujian yang siap menghampiri kita??..

Jawabnya , IYA‘ sebagai manusia saya pernah merasa ragu dan khawatir, tapi kalo punya ilmu “Yakin” segala sesuatu insyaallah Allah akan tercukupi. Bismillah doakan kami tetap Istiqomah yaahh, walaupun belum apa-apa sudah dibikin ‘JIPER’ duluan 😁

Foto setelah suami resign, dan kita pun kemping

0

ARISAN dan DRESS CODE

Tahun ajaran baru pun T’lah tiba, seperti biasa anaknya yang mau sekolah, tapi emak-emak nya yang paling heboh.

Heboh segala macem, mulai dari siapin keperluan anak, bekel sekolahnya, sampe nge’tagin tempat duduk, biar gak di sabotase orang 😂

Percaya gak, para orang tua itu rela Dateng sebelum subuh untuk naro tas di meja yang mereka pilih buat duduk anaknya. Kocag nya lagi, bahkan ada ujung tasnya yang di paku ke meja, ‘biar apa coba? katanya harga mati duduk disitu’ hahaha.. (( emak-emak kalo ada maunya jangan di lawan dah daripada dikutuk jadi batu)).. wkwkwkw

Oke back to tema, soal emak-emak arisan.

Jadi kayanya emang udah jadi hukum alam, kalo lu nganterin anak sekolah, terus ibu-ibunya itu tiba-tiba ngebikin group WhatsApp (WA) sekolah, terus pasti ada aja yang nyeletuk ” Moms kita bikin arisan yuuukksss , itung-itung nabung plus biar silaturahmi gak putus”. Naahhh kan udah ada pancingan dah tuh.

Dan emak-emak biasanya hayu aja deh tuh kalo udah ada usulan macem gitu. Padahal kan yahh, yang nyari uang para suami, harusnya hal kaya beginian, apalagi ini berurusan dengan KAS KERAJAAN wajib didiskusikan dulu sama MAHAPATI sebelum kita manggut.

Yang udah-udah sih biasanya kalo emak-emak bikin arisan, tanpa sepengetahuan suaminya, katanya sih ” ini kan ngumpulin duit sisa jajan, buat beli makeup sama baju kalo kocokan keluar”.

Hari pengocokan pun tiba, kepala suku biasanya menentukan tempat dan dress code. Temen saya yang per’ekonomiannya ngepas, sebetulnya agak keberatan dengan aturan dresscode ini. Bulan ini bajunya merah, atau temanya bunga-bunga. Atau warna Putih tali pocong ketebelece menekete. Pokonya wajib dehh, katanya kalo sampe beda sendiri udah pasti jadi sasaran empuk di batukin Mulu sama ibu-ibu yang lain.

Saya tanya,” kalo emang keberatan kenapa gak ngomong aja sih?

Jawabnya,” gak semua orang berani ngomong, dan kita juga butuh eksistensi di grup itu, kalo gak gitu anak-anak kita gak diajakin main sama anak-anak mereka” laahhh ada yang model begitu?

Kalo seandainya emak-emak itu punya prinsip kaya si teteh Aisyah (Kaka saya) mungkin dia bakalan loh jinawi.

Si teteh orangnya cuek banget, dia punya pendirian yang kuat, dan paling ogah kumpul-kumpul sambil nungguin anak-anak nya pulang. Fenomena emak-emak nungguin anak sekolah biasanya ada di tingkatan PAUD, TK dan sejenisnya.

Si teteh Biasanya cuma droop anaknya sekolah, pulang, abis itu jemput lagi. Yahh sesekali kalo ada ajakan emak-emak baru dia Dateng.

Kalo ditanya kenapa gak ikut-ikutan, jawabnya ” Males, mending gue beberes rumah, abis itu leyeh-leyeh” 😁😘

0

JATUH CINTA

Jatuh Cinta itu gampang-gampang susah. Gampang kalau sudah Cinta, tapi susah kalau sudah jatuh.

Seperti dua insan yang dibuai asmara, maka semuanya terasa indah. Namun ketika mereka jatuh maka nestapa dirasanya.

Ku rasa kalimat Jatuh Cinta harus dikoreksi menjadi Bangun Cinta. Bangun’ menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) Adalah Bangkit, dan Berdiri. Dicontohkan sebagai anak kecil yang berlari terjatuh kemudian berdiri kembali.

Maka jangan katakan jatuh cinta, tapi Bangunlah cinta. ❤💘

Credit foto: pinterst