0

Wanita-wanita PENGGUNJING

Kepada yang BUKAN mahrom nya DIA’ memanggil dengan sebutan ‘OM’,  dengan suara yang sengaja di manja-manjain,  dia merajuk agar dibelikan jajanan. “Ayolah om jajan dulu sebelum pulang”. Si anak tak luput merengek menggawil daster mamak yang tetap berusaha untuk merayu,  agar si OM yang berprofesi sebagai cukong lintah darat mengeluarkan lembaran rupiah demi menjajani dia dan anak-anaknya. 

Sementara si om cukong,  menggaruk-garuk kepala yang tak gatal itu,  pertanda menyerah tidak bisa berkutik apa apa. 

Empu-empu beranak dan bersuami itu tetap menggunjing hingga matahari hampir pulang ke pengaduannya. 

Anak anak mereka dibiarkan bermain tanpa pengawasan empu-empu yang bukan gandring itu. 

Mereka cekikikan seperti kuntilanak yang habis keramas. Mata melotot seolah baru mendapatkan berita yang paling HOT seantero raya. 

Sementara suami-suami mereka berpeluh keringat, membanting badan demi kelangsungan hidup keluarganya. 

Bekerja gali lobang tutup lobang,  bayar hutang sana sini, tapi sampai mengurat urusan mereka dengan lintah darat bak sinetron yang tak ada endingnya. 

Advertisements
0

SEBUAH PILIHAN

Aku memilihmu karna alasan Akhirat.!! 

Siang itu di lorong kampus,  saya mencari seorang senior yang ditunjuk untuk mendampingi hunting foto. “Sorry mau tanya,  yang namanya Marwan Sastra mana yahh,? Tanya saya kepada seseorang yang sedang duduk di ubin lorong kampus

Seseorang dengan kaos oblong menunjuk ke arah si empunya nama. Saya mengikuti arah telunjuk dengan seksama. Dalam sepersekian detik mata kami saling berpandangan. Ntah ada perasaan hening seketika,  kemudian hati berbisik yang tidak bisa terdefenisikan dengan untaian kata. 

“nyari gue,,? ” kalimat singakat itu meleburkan lamunan saya.” nama gue DAHLIA,  kata ketua foker,  gue disuruh nemuin elu untuk jadi mentor gue,  kita mau hunting foto kemana nih.?  Tanya saya tanpa memberi celah untuk basa basi. 

“Gini aja deh,  lusa kan pergantian tahun,  nah gimana kalo paginya kita hunting foto di kota tua.” saya yang gak punya ide tempat lain,  hanya mengagguk setuju.  

“Tapi Marwan, gue gak punya kamera?  Gimana dong? ” 

Soal kamera mah gampang,  nanti gue cari pinjeman ke anak-anak,  kali aja ada yang nganggur. 

Tanggal 1 Januari 2008. Disebuah pagi yang cerah, saya sudah berada di titik pertemuan.  Yupp di halte kampus tercinta,  dari radius kurang lebih 10 meter,  Dia datang menggunakan celana pendek,  sewater hijau lumut dan sepatu berwarna senada dengan celana pendeknya. Aahhh sungguh saya hafal betul apa yang ia kenakan saat itu. 

“Nunggu lama? ” itulah mukadimah pertama yang saya dengar di pagi hari awal tahun 2008.” 5 menitan lahh,  jadi elu masih bisa diampuni kalo mau minta maaf sama gue. Kemudian kita terkekeh bersama. 

“nanti kita ke pasar minggu dulu yahh,  mampir beli Batre kamera,  abis itu baru kita ke KoTu (kota tua).” Saya menagguk lagi memahami instruksi dari kakak mentor. 

Kereta tidak terlalu padat saat itu,  mungkin karna orang sudah terlalu lelah semalaman merayakan pesta tahun baru. “Lumayan sepi yah,  gue rasa orang orang masih tidur karna kecapekan”  kata saya untuk mencairkan suasana. 

“bisa jadi sih” marwan menimpali dengan sedikit senyuman,  yang saat itu masih sibuk mengotak atik kameranya. 

Sepanjang jalan kita hanya basa basi membahas teknik memotret atau apapun yang berhubungan dengan photograpi. 

Sesampai dikota tua,  saya masih belum paham objek mana saja yang harus saya bidik,  karna menurut saya semua tempat bagus untuk di foto,  Dia menerangkan sedikit teori kemudian praktek,  begitu seterusnya. 

Oia,  saya waktu itu menggunakan jeans,  sepatu kets,  syal,  jaket dan kacamata hitam. Saya paham betul apa yang saya kenakan saat itu adalah salah kostum,  tapi saya punya alasannya. Menggunakan jaket karna kulit saya tidak mau gosong tersengat matahari,  menggunakan kaca mata hitam bukan untuk gaya-gayaan tapi memang saat itu mata saya bintitin 😎😖

Setelah dirasa cukup,  kami istirahat di bangku depan kantor pemadam kebakaran,  sekedar membahas hasil jepretan,  lantas cari makan dibawah pohon beringin. Baksonya jauh dari kata enak,  tapi lumayanlah untuk ganjel perut. 

Balik yukk,  udah mau sore nih,  kata marwan. Dan saya pun mengangguk setuju. 

“nanti pulang naik apa?  Bis atau angkot? ” 

” Naik bis aja kayanya biar cepet”  kata saya

“Gue anterin balik yahh,  tapi mampir ke kostan dulu cari motor anak-anak yang nganggur. (fyi : saat itu motor dia dipinjem maling,  terus lupa balikin)  😁

Motor melaju dengan kecepatan sedang,  sesampai di lampu merah lenteng agung,  dia tiba-tiba menggengam tangan saya, saat itu tidak ada penolakan dari saya,  dan sayapun bingung. 😆

Jadi kalo orang-orang ada proklamasi untuk mengingat tanggal jadian mereka,  bagi kami yang tidak pernah mengenal kata nembak,  sebuah sikap saja sudah cukup. 

🍒🍒🍒🌴🌴🌴🌴🍒🍒🍒

0

BAPAK.. 

Seorang ayah butuh bertahun tahun untuk menunjukan isi hatinya di depan kita

Seorang ibu tak sampai satu detik untuk menunjukan perasaannya terhadap kita

Jika kita menganggap bahwa cintanya ibu lebih besar dibandingkan cinta seorang ayah pada anak anaknya. Maka itu bisa dipastikan salah besar. 

Karna dibalik dinginnya sosok ayah,  jauuhh di lubuk hatinya yang terdalam,  ada kehangatan jiwa yang selalu mendoakan kita. 

Aku kira itu sama pentingnya seperti perhatian seorang ibu. 

Kelak pada saat seorang ayah menjadi wali dipernikahan anaknya, jika kita bisa menembus isi hatinya,  betapa berdebar kencang jantungnya, hingga mengguncang seluruh tubuh,   mungkin kecepatannya bisa melebihi kecepatan cahaya. 

Bagi seorang ayah yang harus tetap menjaga wibawanya,  tidaklah mudah menunjukkan perasaanya. 

Menurutnya cukuplah sosok ibu yang memberikan perhatian lebih,  belaian halus serta kasih sayang kepada anak-anak nya. 

Kita tidak pernah tahu,  bahwa betapa beratnya berdiri tegar,  menjadi tameng yang selalu ada di garda paling depan untuk melindungi keluarga tercintanya. 

Ya dialah sosok ayah,  yang akan sangat paling terpukul ketika melepas putrinya untuk disunting oleh pria lain yang akan menjadi penggantinya. 

*ditulis dalam keadaan saya rindu kepada almarhum bapak* 😞

0

DILAN & MILEA REVIEW

Ahhh rasa rasanya saya harus melanggar sumpah saya untuk tidak mereview sebuah film,  terlebih ini adalah film percintaan ala-ala remaja. Jujur saya paling malas untuk membahasnya. 

Berawal dari sebuah media sosial di Instagram (IG)  yang berseliweran tentang foto-foto Dilan-Milea,  saya bingung sekaligus penasaran,  ada apa gerangan dengan mereka. 

Saya klik satu persatu komentar para netizen yang Budiman ( ini mengutif kata-kata Iqbal,  yang berperan sebagai Dilan) , dan rata-rata setelah nonton itu langsung baper tak berkesudahan. 

Saya fikir “ahhh masa iya sampe segitunya itu film?” 

Tapi saya makin penasaran saat banyak orang penting juga ikut-ikutan nonton film Bilan, dengan caption dan hastag baper nya itu. 

Saya yang memang dari dulu sudah suka dengan Iqbale saat dia masih tergabung dengan group Coboy Junior and CJR (pstttttt tapi katanya sekarang udah resmi bubar jalan).  Jadi makin penasaran dengan actingnya dia. 

Tapi setelah saya nonton,  seketika langsung NYESEL,  nyesel karena beneran kok jadi ikutan baper. Kira-kira saya nonton 3x pekan lalu,  dan SYEBELNYA sampe detik ini BAPER nya gak ilang ilang. 😂😂

Saya baca Ebook nya,  dan percaya gak?  saya bisa melahap habis ebook tentang dilan dalam waktu kurang dari 2 hari. Tau-tau diri ini berasa hampa,   jadi nyesek sendiri. Seolah-olah terbawa suasana. Saat membaca Ebook Dilan,  fikiran melayang ke era 90’an,  membayangkan suasananya,  membayangkan tingkah polah Dilan dan Milea. Kemudian bernostalgia 😘

Sungguh Saya harus berterimakasih dengan sangat kepada Pidi Baiq and All Cast,  karna saya jadi beneran jatuh cinta dengan film ini. Gak sampe disitu kecintaan saya terhadap film ini, saya jadi kepo banget dengan segala aktivitas all cast film DILAN,  terutama Iqbal dan Vaneshaa. ( Hastagah nagah sancah kobraah ini toh rasanya jadi penggemar)  😆😆

Oke,  mari kita Riview Film nya

DILAN 1990 #1

Menurut saya,  di film Dilan 1990 ini,  semuanya dikemas dengan cara yang sangat sederhana dan Natural. Baik itu actingnya,  make up nya,  atau alur ceritanya,  saya nonton film kemudian membandingkan dengan Ebook nya. Alhamdulillah tidak banyak bagian-bagian yang dihilangkan. 

Berlatar era 90’an,  betapa kita belajar bahwa pada saat itu era komunikasi masih sangat terbatas,  sebagai anak 90 an saya jadi merasakan betul feelnya,  tapi justru itu seninya. 

Film ini jelas berbeda dengan film-film remaja yang lain,  dimana mereka menyuguhkan adegan-adegan remaja yang terlalu berani menurut saya.  Make up dan kostum nya pun serba berlebihan, jelas membuat hati orang tua was was karna takut di tiru oleh anak mereka. 

Dilan itu walau anak geng motor,  tapi pidi baiq menyuguhkan sisi baik dari Dilan.  Dengan karakter bahwa walau Dilan anak genk motor,  tapi dia cerdas,  solidaritas yg tunggi,  patuh pada orang tau,  dan pintar bersikap. Karna mungkin memang Dilan datang dari keluarga yang baik dengan pola asuh yang baik pula. 

Oia pas nonton,  saya dan Dita,  cengengesan sendiri,  walau dita sempet berhayal kalo peran DILAN dimainkan oleh #Adipati Dolken.  Dengan segala argumentasinya beliau,  kita harus menghormati pendapat Dita. Karna saya yakin masih banyak orang diluar sana  berpendapat  sama seperti dita kawan saya ini. Terlebih jika sebelumnya dia sudah baca novelnya terlebih dahulu, pasti mereka punya ekspektasi sendiri tentang gambaran Dilan. 

Tapi diluar itu,  kita harus acungi jempol pada all cast terutama IQBAL DAN VANESHAA,  mereka menurut saya sangat berhasil memerankan sebagai dilan dan milea. 

Iqbal dan Vaneshaa masih orisinil,  belum banyak film yang mereka mainkan,  terutama Vaneshaa yang saya dengar Pidi Baiq meminta dengan sangat kepada Vaneshaa untuk tidak menerima tawaran main film apapun,  sebelum film dilan ini tayang. 

Penantian berbuah manis, and  ‘see buktinya image Milea melekat kuat pada Vaneshaa,  seperti halnya dulu Dian Sastro yang berhasil memerankan Cinta di film AADC. 

Saya kaget begitu tau antusias penonton begitu luar biasa,  saya harus bilang ke calon anak saya kelak. Bahwa “Nak kamu harus tau,  pada awal tahun 2018 tepatnya 25 Januari,  ada film bagus hasil racikan Pidi Baiq, yang penonton nya itu gilaaa banget,  mereka ada yang nonton sampe 5 bahkan 10 kali. Bahkan ada yang booking 1 bioskop untuk nonton berdua bareng pacarnya”. Geliat film indonesia tahun ini memang sedang sexy-sexy nya.” dan Bunda Bahagia. 

Dilan 1991 #2

Ahhh berat rasanya harus meriview ulang dilan 1991. Ini adalah bagian dimana Dilan dan Milea pacaran.  Pada part ini pidi baiq mengautarakan dari suara hati Milea. Seolah dari kacamata Milea lah kita akan digiring untuk mengikuti alur ceritanya. 

Mereka pacaran,  dan lagi lagi,  kita di ingatkan bahwa pacaran era anak 90’an sesimpel itu,  dan tidak seberani anak sekarang. Dimana kita diajarkan bahwa dengan pegangan tangan saja sudah sangat deg deg an.  😊😊

Ada beberapa tokoh baru di film Dilan 1991, ada konflik yang membuat mereka menampakkan egonya masing-masing. Terutama Milea,  sebagai perempuan yang pada kodratnya memang sensitif,  baper an, dan ngatur. Tapi di part ini milea tetap sangat menggemaskan. 

Oia disini kita akan banyak disuguhkan, tentang eratnya persahabatan,  tentang keluarga Dilan dan Milea,  dan tentang ketidak sukaanya Milea terhadap dilan yang gabung dengan Genk motor. 

Klimaksnya pada Dilan 1991 dimana pada akhirnya mereka harus putus,  tapi merka saling rindu,  tapi gengsi. Ditambah kesalah pemahaman yang akhirnya membuat mereka tidak bisa dipersatukan kembali. 😢😢

Jujur pada saat membaca ebook Dilan 1991, saya berhenti sejenak untuk bernafas dan memejamkan mata. Kemudian emosi saya campur aduk dan kemudian hampa. Saya sampe menghubungi sahabat saya cuma untuk bilang “Gue tiba tiba berasa hampa sendiri setelah baca dilan 1991”. 😞😞😞

Oke lanjut 

Masih soal Dilan 1991. Betapa gregetnya saya ke Milea,  karna dia terlalu mengikat kuat Dilan,  saya sempet menyalahkan Mila (yang mungkin namanya juga sayang jadi takut pacar nya kenapakenapa)  jadinya posesif. 

Ngga, maksud saya gini,  coba kalo Milea gak gampang ngomong putus ke Dilan,  coba kalo Milea memberi kesempatan ke Dilan untuk bersikap dan menjelaskan mungkin bakalan happy ending ( yang bikin beda dari film ini dengan film lainnya adalah,  karna ini real story,  jadi kita tidak bisa menerka ending sesuai yang kita mau atau istilah keren nya,  ngikutin pasar “kerennya film ini adalah,  GAK SEMUA FILM PERCINTAAN REMAJA HARUS HAPPY ENDING). 

Oia kalo gak salah di Dilan 1991 juga diceritakan kalo Akew sahabat Dilan,  meninggal karena dikeroyok oleh orang-orang yang tidak dikenal (menurut cerita sih karna korban salah sasaran) * Nah karna alasan ini lah Milea takut kehilangan dilan,  kemudian memutuskannya,  dengan harapan itu akan menjadi cambuk agar dilan berfikir waras. 

Hemmmmmmm, saya mau nafas dulu sebelum melanjutkan meriview Dilan #3

Oke DILAN #3

Saya fikir di part #3 ini Pidi Baiq akan menyuguhkan sesuatu yang manis,  minimal itulah harapan saya sebagai pembaca.  Nyaatanyaaaa,,  aaaaaahhh saya tetep BAPER tak berujung. “Kesyeeell 😬

Dikehidupan selanjutnya,  mereka bener-bener bubar jalan dan hidup masing-masing,  menyibukkan diri dengan segala aktivitas,  Dilan masih dengan genk motornya,  Milea dengan les tambahan,  untuk persiapan ujian nasional. Tapi satu hal yang mesti di catat,  walaupun mereka dengan kegiatannya masing-masing,  tapi di hati dan pikiran mereka tatap ada Dilan dan milea. 

Dan gak berani deketin Milea,  karena beranggapan Milea sudah punya pacar baru bernama “Gunar,  begitupun Milea yang beranggapan sama terhadap Dilan. 

Ada part dimana dilan pergi ke Jogja untuk tes ujian masuk perguruan tinggi sekaligus untuk liburan, nyatanya di benak Dilan hanya ada Milea seorang. 

Dilan dan Milea menjalani kehidupan masing-masing,  lost contac, Milea pindah ke Jakarta karna diterima kuliah disana,  Dilan pindah rumah ke daerah cibiru setelah ayahnya meninggal. 

Dilan punya pacar namanya Cika,  Milea pun demikian punya pacar namanya Herdi . Oia Herdi ini adalah senior dikantor tempat dilan magang di Jakarta. Ditempat itu pula tanpa sengaja Dilan dan Milea berjumpa. 

Saya fikir setelah perjumpaan itu,  Pidi Baiq akan berbaik hati untuk mengubah cerita seperti yang saya harapkan,  tapi saya kembali sadar kalau film ini di base on true story. Jadi  ini udah ada hak paten nya, gak bisa diganggu gugat. 

Oia di buku Dilan #3 ini saya merasakan seperti sedang mendengarkan Langsung Dilan yang sedang bercerita.  Terlihat dia bagitu fasih merangkai kata sehingga lebih enak dibaca ketimbang membaca penuturan Milea ✌️

Harapan saya pada film Dilan selanjutnya,  yaitu Mohon dengan sangat kepada Pidi Baiq untuk tidak menggantikan peran para pemain dari Dilan 1990, saya tidak bisa membayangkan apa jadinya Dilan atau Milea dewasa harus diganti peran oleh orang lain. 

Seperti halnya Cinta yang menanti dengan sabar Rangga hingga tujuh purnama, seperti itulah kesabaran saya menunggu mereka hingga pas memerankan Dilan,  Milea dewasa. 

Salam hormat untuk film Dilan. 

*Ditulis dalam keadaan masih baper dan kemungkinan minus mata bertambah*

0

Menghemat RINDU

Aku sengaja menghemat rindu,  karna seperti gula yang bila terlalu banyak takarannya,  rasa manis,  lama-lama akan mematikan dan mempercepat perpisahan. 

Aku ulur waktu agar terasa lama,  dan telusuri seluk beluk kehidupan saat bersama mu. 

Agar menjadi manis,  terkadang aku mencicipi rasa pahit,  asam atau hambar sekalipun. Aku racik kembali rasa-rasa itu yang kemudian menjadi manis sempurna. 

Bagaimana dengan RINDU?? 

Ahhhh kalimat itu terlalu syahdu untuk aku habiskan seketika. Kembali lagi aku tegaskan disini,  bahwa rindu ini tidaklah akan cukup mewakili perasaan yang ku simpan baik dalam peti bernama CINTA. 

0

SEGITIGA DALAM LINGKARAN

Soal rasa,  jangan pernah tanya bagaimana? Karna Itu seperti benang kusut yang sulit terurai. 

Kau sosok sempurna,  di hadapan semesta aku mengagungkan mu. Ku tutupi segala koreng yang melekat pada dirimu,  ku poles segala kekurangan mu. Sekali lagi aku tegaskan,  kau hampir sempurna dihadapan semesta. 

Ketika air tenang di permukaan,  semesta tak tahu betapa beriaknya di dasar laut yang paling dalam. Mencoba menghalau ombak kecil dan menyapunya ke bibir pantai, menjadi buih kemudian menghilang. 

Ada segitiga dalam lingkaran,  sekokoh apapun benteng pertahanan,  tapi terpaan ombak akhirnya mampu memecah karang. 

Ketika lingkaran kebahagiaan,  telah dirasuki bentuk lain,  maka yakinlah bentuk itu tidak akan lagi sama.  Jika aku dan kau bersatu membentuk lingkaran sempurna, namun jika dua menjadi tiga,  maka segitiga adalah bentuk baru sebagai penghancur kesempurnaan lingkaran. 

Segala keputusan ada ditangan kau wahai jiwa jiwa pengembara,  apakah akan memulai pertualangan baru mencicipi seluk beluk segitiga,  atau akan tetap setia dengan kesempurnaan lingkaran cinta. 

Selamat berfikir dengan fikiran dan hati.  

(inspired from some one nun jauh dimata dekat di doa,  maka bersabarlah wahai kawan) 

0

MATI RASA

Seseorang pernah bilang, “lebih baik kau mengalami mati suri dari pada harus merasakan MATI RASA

Mati suri adalah kondisi dimana seseorang mengalami kematian sementara,  dengan sedikit gambaran dan tempat yang asing,  jika memang masih berumur panjang, kita akan dibangunkan kembali dengan perasaan ganjil dan biasanya akan menjadi pribadi yang lebih baik. 

Sedangkan MATI RASA adalah kondisi dimana sudah sangat muak dengan segala perasaan dan berharap mengubur segala alur cerita yang pernah di alami. 

Jika ini tentang cinta dan asmara,  maka mati rasa,  adalah rasa yang sangat fatal,  terlebih jika menyangkut sebuah kepercayaan,  dan penghianatan. 

(untuk DIA yang sedang mati rasa,  bersabarlah,  kau punya dua pilihan, yaitu MAMAAFKAN atau AMBIL KEPUTUSAN)